Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri. (Foto: Humas Fraksi PKS)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS, Habib Idrus Salim Aljufri, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempercepat reformasi pasar modal. Permintaan itu muncul setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 8,01 persen dan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10).
IHSG turun ke level 5.393,92 dan perdagangan dihentikan selama 30 menit. Tekanan itu muncul setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) membuka konsultasi usulan menurunkan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.⠀
Habib Idrus menilai kejadian ini harus menjadi evaluasi serius bagi OJK dan BEI. Namun, keputusan MSCI belum final. Masukan pelaku pasar diterima hingga 30 April 2027, dan keputusan diumumkan sebelum 30 Juni 2027.⠀
”Artinya, masih terdapat ruang bagi Indonesia untuk menunjukkan perbaikan yang nyata,” ujarnya.⠀
Ia meminta OJK memprioritaskan lima langkah, yakni memperkuat transparansi kepemilikan saham atau beneficial ownership, memastikan kualitas free float (porsi saham yang benar-benar dapat diperdagangkan publik), dan memperketat pengawasan manipulasi perdagangan.
Dua langkah lainnya adalah meningkatkan keterbukaan informasi emiten dan menyusun peta jalan reformasi dengan target serta tenggat yang jelas.⠀
”OJK harus membuktikan bahwa reformasi pasar modal bukan sekadar memenuhi daftar persyaratan MSCI,” katanya.⠀
Penegakan hukum terhadap manipulasi saham, lanjut dia, harus konsisten dan memberi efek jera agar investor kecil tidak terus dirugikan.⠀
Habib Idrus juga mengimbau investor ritel tetap tenang dan menilai fundamental emiten sebelum mengambil keputusan. Menurut data OJK, jumlah investor pasar modal bertambah 1,03 juta pada September 2026 sehingga totalnya sekitar 32,17 juta.
Pertumbuhan itu, kata dia, harus diiringi literasi keuangan dan perlindungan investorSebagai anggota Komisi XI DPR RI, ia mendorong OJK dan BEI melaporkan perkembangan reformasi secara berkala.⠀
”Kepercayaan investor tidak bisa dibangun hanya dengan pernyataan,” ujarnya.
Jum'at, 16/10/2026 23:05 WIB
Jum'at, 16/10/2026 20:42 WIB
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB