Ilustrasi kecerdasan artifisial (Foto: Earth)
Jakarta, Jurnas.com - Lompatan pesat teknologi kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) generatif kian mengubah peta kebutuhan dunia kerja profesional.
Otomatisasi digital kini tidak lagi sebatas mengerjakan tugas manufaktur, melainkan telah merambah keahlian kognitif, komputasi, hingga pengolahan data dokumen.
Aktivitas pembukuan harian, jurnal penyesuaian, audit dasar, hingga pelaporan pajak kini mampu dieksekusi secara instan oleh perangkat lunak finansial berbasis AI.
Mengingat fungsi pengarsipan berkas, notulensi rapat, hingga korespondensi surat menyurat mulai beralih ke asisten virtual cerdas, jurusan ini rentan tergantikan AI.
Jurusan ini, khususnya pada prospek kerja penerjemah teks (translator) dokumen, cukup mengkhawatir mengingat AI yang kian presisi ditangani model bahasa komputasi.
Prodi ini diperkirakan kalah bersaing dengan AI, seiring digitalisasi data repositori dan automasi sistem katalogisasi yang tidak lagi membutuhkan penataan fisik atau penelusuran manual.
Jurusan Ilmu Hukum, terutama untuk peran staf kepatuhan dan riset berkas pemula yang tugasnya menelaah pasal undang-undang serta merancang draf perjanjian kontrak standar, kini mulai berebut pekerjaan dengan AI.
Jurusan Ilmu Komunikasi terutama konsentrasi Jurnalistik, kian mengkhawatirkan, menyusul maraknya generator teks cerdas dalam memproduksi berita rilis cepat dan artikel konten dasar.
Khususnya bagi lulusan pemula atau junior programmer, karena AI kini sudah mahir menulis baris kode program dan mendeteksi eror secara mandiri.
Dengan canggihnya perkembangan AI, pembuatan aset visual komersial dasar, ilustrasi digital instan, serta penyusunan tata letak grafis dapat dilakukan berbasis teks perintah (prompt).
Terutama pada fungsi periklanan digital taktis seperti optimasi kata kunci dan penempatan iklan daring kini dikendalikan penuh oleh algoritma mesin.
Lulusan prodi ini wajib melakukan up-skilling, seiring peralihan fungsi analisis kelayakan kredit mikro dan layanan teller administrasi ke sistem komputasi otomatis.
Perlu digarisbawahi, lulusan dari jurusan-jurusan tersebut tidak akan kehilangan relevansi asalkan kampus membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir kritis (critical thinking), pemecahan masalah kompleks, serta kecakapan mengoperasikan alat AI sebagai mitra kerja.
Jum'at, 09/10/2026 13:05 WIB