https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Keamanan Galon Guna Ulang Tidak Memandang Merek

Untung Subagja | Jum'at, 09/10/2026 15:05 WIB



Novita mengungkapkan, pihaknya mendorong pemerintah menerapkan regulasi batas usia pakai maksimal yang aman Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini. (Foto: DOk. DPR.GO.ID)

Jakarta, Jurnas.com - Galon guna ulang (Ganula) mendapat sorotan dari segi keamanan, terutama dari batas usia pakai maksimal. Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini memastikan, pengawasan keamanan tidak mementingkan merek, tapi pada aspek keselamatan masyarakat.

"Di sinilah fungsi legislasi di mana yang kami awasi itu bukan mereknya. Di sini isu tentang persaingan merek A ke merek B itu harus ditepis karena DPR RI tidak melihat mereknya," ujar Novita.

Ia menjelaskan, keamanan Ganula menjadi penting karena secara ideologis terkait dengan Undang-Undang Dasar 1945. Dalam pasal 28 dan pasal 33 ayat 2 dan 3 dijelaskan bahwa air dan cabang produksi yang mengatur hajat hidup orang banyak yang dikuasai negara harus digunakan untuk kemakmuran rakyat dan tidak boleh diserahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar.

Baca juga :
Barcelona Perpanjang Kontrak Pemain Akademinya hingga 2030

"Kami melihat tentang keamanan konsumsi masyarakat di mana kerangka ideologis sudah jelas dilindungi oleh Undang-Undang," jelasnya.

Novita mengungkapkan, pihaknya mendorong pemerintah menerapkan regulasi batas usia pakai maksimal yang aman. Ia sendiri pernah menemukan kalau ada Ganula yang sudah 20 tahun, tapi masih dipakai.

Baca juga :
Tertular Rekan Sekamar, Pria Ini Meninggal Kena Cacar Monyet

Ia menambahkan, usia pakai maksimal harus memiliki landasan yang jelas. Untuk itu, regulasi dari pemerintah nantinya harus diikuti dengan kajian-kajian ilmiah.

"Kami dorong agar pemerintah, di sini ada Kementerian Perindustrian untuk segera menetapkan batas usia pakai maksimal yang aman," katanya.

Baca juga :
Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur "Dikutuk" Tidak Bisa Bohong

Sementara itu, berdasarkan hasil pemantauan Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), selama 2024-2026 menemukan beragam keluhan konsumen mulai dari galon kusam, retak, hingga dugaan peredaran galon berusia tua. Sementara, paparan panas, sinar UV, dan proses pencucian juga menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Novita Hardini Galon Isi Ulang

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777