Pesawat B-2 Spirit milik Amerika Serikat (Foto: REUTERS)
Washington, Jurnas.com - Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) menginstruksikan Komando Pusat Militer AS (US Central Command) untuk menyelesaikan persiapan guna melanjutkan operasi tempur skala besar terhadap Iran.
Petunjuk tersebut disampaikan di tengah spekulasi peningkatan eskalasi militer jelang pelaksanaan pemilu di AS dan Israel.
Laporan penyiapan operasi tempur ini diungkapkan oleh jurnalis Axios, Barak Ravid, dengan mengutip pernyataan sejumlah pejabat senior Amerika Serikat.
Meskipun arahan persiapan telah diturunkan, Presiden AS Donald Trump dilaporkan belum mengambil keputusan final apakah serangan militer akan resmi dilanjutkan.
Dalam laporannya untuk saluran penyiaran Israel N12, Ravid menyampaikan bahwa arahan dari Pentagon tersebut tidak mencantumkan tanggal spesifik untuk memulai operasi ofensif. Fokus utama instruksi saat ini adalah memastikan kesiapan armada dan personil militer.
Sejumlah sumber pejabat dari Amerika Serikat dan Israel menyebutkan bahwa aksi militer berpotensi dilancarkan sebelum pemilu sela (midterm elections) di AS. Bahkan, operasi tersebut dispekulasikan dapat terjadi sebelum pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung satu minggu lebih awal.
Apabila konfrontasi militer skala besar kembali pecah, serangan udara AS diperkirakan akan menyasar objek-objek vital strategis Iran. Berdasarkan keterangan sumber yang mengetahui perencanaan tersebut, target pemboman masif mencakup fasilitas energi, infrastruktur nasional, hingga situs-situs nuklir.
Sumber: Arabnews
Kamis, 08/10/2026 15:15 WIB
Sabtu, 26/09/2026 17:05 WIB
Kamis, 08/10/2026 14:51 WIB