https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kunjungan Netanyahu ke New York Sinyal Keretakan AS-Israel

Mutiul Alim | Kamis, 24/09/2026 19:30 WIB



Kunjungan singkat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke New York dianggap mencerminkan merenggangnya hubungan antara AS dan Israel PM Israel, Benjamin Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB (Foto: Reuters)

New York, Jurnas.com - Kunjungan singkat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Amerika Serikat (AS) guna menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, dianggap mencerminkan merenggangnya hubungan bilateral antara Washington dan Tel Aviv.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kunjungannya selama seminggu penuh pada tahun lalu, yang diwarnai pertemuan hangat bersama Presiden AS Donald Trump.

Dua pejabat Israel mengonfirmasi bahwa Netanyahu diperkirakan hanya berada di New York selama kurang dari delapan jam, sebelum langsung terbang kembali ke Israel.

Baca juga :
Trump Tegur Reporter CNN di PBB Usai Larangan Akses Gedung Putih

Kantor Perdana Menteri menyatakan bahwa Netanyahu dijadwalkan bertemu dengan sembilan pimpinan negara, termasuk lima di antaranya berasal dari negara-negara Amerika Latin.

Langkah ini dilakukan di tengah upaya Israel memperdalam hubungan di wilayah tersebut seiring memburuknya diplomasi dengan mitra tradisional di Eropa akibat perang di Gaza dan perluasan permukiman di Tepi Barat. Namun, jadwal resmi tersebut sama sekali tidak mencantumkan agenda pertemuan dengan pejabat tinggi Amerika Serikat.

Baca juga :
Sidang PBB Panas, Suriah, Israel hingga Turki Saling Tuding

Mantan Duta Besar Israel untuk AS, Michael Oren, menilai absennya agenda pertemuan dengan presiden AS sebagai pukulan politik bagi Netanyahu, terutama menjelang pemilihan umum Israel pada 27 Oktober mendatang.

"Saya tidak dapat mengingat kapan seorang perdana menteri Israel berkunjung ke Amerika Serikat tanpa bertemu dengan presiden. Jadi saya yakin dia merasa kecewa dengan hal tersebut," ujar Oren dikutip dari Reuters pada Kamis (24/9).

Baca juga :
152 Negara Desak AS Batalkan Larangan Visa untuk Delegasi Palestina

Dia menambahkan bahwa pidato Netanyahu di PBB kemungkinan besar akan berfungsi sebagai pidato kampanye politik yang ditujukan kepada pemilih di dalam negeri.

Kantor Netanyahu mengklarifikasi bahwa keterbatasan waktu serta persiapan menyambut hari raya keagamaan Sukkot menjadi alasan utama pembatasan agenda pertemuan bilateral.

Meskipun Trump dan Netanyahu sempat melancarkan operasi militer bersama terhadap Iran pada Februari lalu, dinamika kedua negara merenggang, setelah Washington berupaya menarik diri dari konflik tersebut dan sempat mengupayakan kesepakatan interim dengan Teheran pada Juni.

Keretakan ini kian diperparah oleh merosotnya dukungan publik AS terhadap kebijakan militer Israel, serta pengenaan sanksi atas permukiman Tepi Barat oleh sekutu Barat seperti Inggris, Prancis, dan Kanada.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Benjamin Netanyahu Hubungan AS dan Israel Majelis Umum PBB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777