https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Salat Berjamaah Lebih Utama Dibandingkan Sendiri?

Muhammad Habib Saifullah | Rabu, 16/09/2026 19:05 WIB



Islam sangat menganjurkan agar ibadah ini dikerjakan secara berjamaah, terutama bagi kaum laki-laki di masjid. Muslim Palestina melaksanakan salat berjamaah. (FOTO: AFP)

Jakarta, Jurnas.com - Salat lima waktu merupakan tiang agama yang wajib didirikan oleh setiap Muslim. Dalam pelaksanaannya, syariat Islam sangat menganjurkan agar ibadah ini dikerjakan secara berjamaah, terutama bagi kaum laki-laki di masjid.

Anjuran ini bukanlah tanpa alasan, melainkan karena besarnya keutamaan dan pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT dibandingkan dengan salat yang dikerjakan secara sendirian (munfarid).

Mengutamakan salat berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan bentuk ketaatan yang membawa banyak kebaikan, baik dari sisi spiritual maupun sosial.

Baca juga :
Bacaan Doa Qunut Subuh Lengkap dengan Arab, Latin, dan Terjemahan

Berikut ini ragam keutamaan salat berjamaah dalam ajaran Islam:

Pahala Berlipat 27 Derajat

Baca juga :
5 Amalan Sunnah untuk Meraih Syafaat Rasulullah

Keutamaan paling masyhur dari salat berjamaah adalah janji pelipatgandaan pahala. Rasulullah SAW dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim secara tegas menyebutkan bahwa salat berjamaah lebih utama 27 derajat dibandingkan salat sendirian.

Selisih ganjaran yang besar ini merupakan bentuk kasih sayang Allah untuk memotivasi hamba-Nya agar senantiasa memakmurkan masjid.

Baca juga :
Amalan Doa Istisqa Rasulullah Agar Hujan Segera Turun

Penggugur Dosa dan Pengangkat Derajat

Perjalanan seorang Muslim dari rumah menuju masjid untuk mendirikan salat berjamaah memiliki nilai ibadah tersendiri.

Dalam keadaan suci (sudah berwudu), setiap langkah kaki yang diayunkan menuju tempat ibadah akan mengangkat satu derajat, sementara langkah lainnya akan menghapus satu dosa kecil. Jarak tempuh menuju masjid tidak dipandang sebagai beban, melainkan ladang pahala.

Terbebas dari Sifat Munafik

Menjaga rutinitas salat berjamaah, khususnya untuk waktu Isya dan Subuh, merupakan salah satu tolok ukur kekuatan iman seseorang. Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa barang siapa yang melaksanakan salat Isya berjamaah, maka ia seolah telah mendirikan salat separuh malam.

Jika dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah, maka ia seolah mendirikan salat tahajud sepanjang malam penuh. Konsistensi menjaga kedua waktu salat yang berat ini menjadi penanda terbebasnya seseorang dari sifat nifak (kemunafikan).

Perlindungan dari Godaan Setan

Dalam sebuah perumpamaan, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setan ibarat serigala yang mengintai domba. Serigala akan lebih mudah menerkam domba yang memisahkan diri dari kawanannya.

Demikian pula dengan manusia, mereka yang enggan salat berjamaah dan menjauh dari lingkup pergaulan orang-orang saleh akan lebih rentan tergelincir oleh godaan setan. Salat berjamaah menjadi benteng perlindungan rohani yang sangat kokoh.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Salat Berjamaah Amalan Sunnah Kewajiban Salat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777