Ilustrasi - Nama fisikawan asal Italia, Guglielmo Marconi, diakui secara luas sebagai bapak penemu radio (Foto: Getty Images)
Jakarta, Jurnas.com - Pertanyaan mengenai siapa yang pertama kali menemukan radio kerap memicu perdebatan dalam sejarah teknologi modern.
Secara umum, nama fisikawan asal Italia, Guglielmo Marconi, diakui secara luas sebagai bapak penemu radio.
Namun, catatan sejarah sains menunjukkan bahwa pengembangan komunikasi nirkabel ini sejatinya merupakan hasil dari penemuan beruntun yang melibatkan banyak ilmuwan besar.
Guglielmo Marconi mengukir sejarah ketika berhasil mengirimkan sinyal telegraf nirkabel pertama pada tahun 1895 di Italia. Keberhasilannya berlanjut saat ia mentransmisikan sinyal melintasi Samudra Atlantik pada tahun 1901.
Atas kontribusinya dalam mengembangkan telegrafi nirkabel, Marconi dianugerahi Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1909.
Langkah Marconi dinilai sangat krusial karena ia berhasil mengubah teori-teori ilmiah menjadi teknologi praktis yang dapat dimanfaatkan publik.
Meski Marconi memegang hak paten komersial yang populer, nama Nikola Tesla tidak dapat dilepaskan dari sejarah lahirnya radio.
Pada tahun 1893, fisikawan asal Serbia-Amerika tersebut telah mendemonstrasikan transmisi gelombang radio di St. Louis, Missouri, serta mengajukan paten dasar untuk teknologi radio sebelum Marconi.
Sengketa hukum terkait hak paten radio antara Marconi dan Tesla berlangsung selama puluhan tahun.
Pada tahun 1943, beberapa bulan setelah Tesla wafat, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan sejumlah paten radio Marconi dan mengembalikan hak paten utama atas penemuan radio kepada Nikola Tesla.
Di samping Marconi dan Tesla, fondasi teori radio telah dibangun lebih awal oleh James Clerk Maxwell yang merumuskan teori gelombang elektromagnetik pada tahun 1860-an, serta Heinrich Hertz yang membuktikan keberadaan gelombang tersebut di laboratorium pada tahun 1887.
Perkembangan teknologi penyiaran suara (bukan sekadar kode Morse) kemudian disempurnakan oleh Lee de Forest melalui penemuan tabung hampa Audion pada tahun 1906.
Dengan demikian, para sejarawan menyimpulkan bahwa radio bukanlah hasil karya tunggal satu individu, melainkan akumulasi inovasi lintas generasi yang diawali oleh riset teori elektromagnetik hingga dikomersialkan menjadi media massa.
Kamis, 10/09/2026 21:23 WIB