https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Imigrasi Bandung Harus Jadi Benteng Pencegah TPPO di Jawa Barat

Gery David Sitompul | Rabu, 09/09/2026 16:45 WIB



Pengawasan ekstra ketat ini dinilai penting demi mencegah berbagai potensi pelanggaran hukum, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jawa Barat. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Hugo Pareira

Jakarta, Jurnas.com - Komisi XIII DPR RI mengingatkan Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas I TPI (Tempat Pemeriksaan Imigrasi) Bandung untuk memperkuat pengawasan keimigrasian seiring tingginya mobilitas masyarakat dan warga negara asing di kawasan tersebut.

Pengawasan ekstra ketat ini dinilai penting demi mencegah berbagai potensi pelanggaran hukum, termasuk tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Jawa Barat.

Baca juga :
Karhutla Makin Masif, Legislator Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Khusus

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira saat memimpin Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XIII DPR RI dengan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Barat Syahrioma Delavino dan Kepala Kanim Kelas I TPI Bandung Arya Pradhana Anggakara di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu, 9 September 2026. 

“Isu TPPO di Jawa Barat telah mencapai tingkat kewaspadaan yang memerlukan perhatian serius dari pilar penegak hukum dan keimigrasian. Dalam konteks ini, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Bandung berada pada garis terdepan dalam melakukan filtrasi dini melalui penerbitan dokumen perjalanan paspor dan pemeriksaan keimigrasian,” ungkap Andreas.

Baca juga :
DPR Minta Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Dioptimalkan

Menurut Andreas, penguatan pengawasan tersebut mendesak dilakukan mengingat Jawa Barat secara historis dan faktual merupakan salah satu daerah kantong pengirim Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar di Indonesia.

Tingginya permohonan paspor dan mobilitas WNI di Kanim Bandung juga berbanding lurus dengan besarnya potensi risiko eksploitasi serta penyaluran tenaga kerja nonprosedural ke luar negeri.

Baca juga :
Kades AMJ Minta Perpanjangan Masa Jabatan, DPR Tampung Aspirasi

Urgensi pengawasan tersebut, lanjutnya, turut diperkuat dengan adanya pengungkapan kasus TPPO oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat. Sepanjang tahun 2023 hingga 2025, aparat kepolisian mengungkap sejumlah kasus TPPO dengan modus tawaran kerja ke Kamboja, Malaysia, dan negara-negara Timur Tengah.

Para korban tidak hanya dijebak untuk menjadi pekerja migran ilegal, tetapi juga kerap dieksploitasi dalam jaringan judi daring serta online scamming. Karena itu, Andreas menilai penguatan sinergi antara jajaran imigrasi dan kepolisian menjadi bagian penting dalam mencegah TPPO sejak tahap awal.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi XIII DPR Kasus TPPO Imigrasi Bandung Perdagangan Orang

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777