Ilustrasi - Otak manusia (Foto: Dinas Kesehatan Banda Aceh)
Jakarta, Jurnas.com - Kasus seorang siswi SMK berinisiap FBP (16) di Sumatra Utara menjadi perhatian publik usai diduga mengalami gangguan ingatan usai menyantap makan bergizi gratis (MBG) pada Agustus lalu.
Sebelum itu, ia dilaporkan mengalami pusing, muntah, kehilangan kesadara, hingga mengalami kejang dang gangguan bicara.
Usai kejadian tersebut, ibu FBP mengatakan bahwa kondisi anaknya kini tidak mengenali sejumlah anggota keluarga dan teman sekolah yang sebelumnya dekat dengannya.
Gejala ketidakmampuan mengenali orang terdekat ini dikenal dalam dunia medis sebagai amnesia, yakni sindrom hilangnya memori atau penurunan fungsi otak dalam mengingat informasi dan kejadian.
Meskipun amnesia sering kali dikaitkan dengan benturan atau trauma kepala akibat kecelakaan (cedera otak traumatik), kondisi ini juga bisa dipicu oleh faktor non-traumatik, salah satunya adalah toksisitas atau infeksi pada sistem saraf (ensefalitis).
Kisaran Biaya Pengobatan dan Pemulihan Amnesia
Pemulihan amnesia dan gangguan saraf bukanlah proses yang singkat. Prosesnya membutuhkan observasi ketat, rawat jalan berkelanjutan, hingga berbagai tes penunjang untuk memastikan jaringan otak tidak mengalami kerusakan permanen.
Bagi masyarakat yang harus melakukan pengobatan secara mandiri (tanpa asuransi), biaya medis penyakit yang menyerang saraf dan fungsi otak terbilang cukup tinggi di Indonesia.
Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini estimasi kisaran biayanya berdasarkan tarif rata-rata di berbagai rumah sakit:
1. Konsultasi Spesialis
Penanganan amnesia umumnya membutuhkan kolaborasi dokter spesialis neurologi (saraf) dan psikiatri. Biaya konsultasi berkisar antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per sesi, tergantung kelas rumah sakit.
2. Pemeriksaan Fungsi Otak (EEG)
Untuk mendeteksi adanya aktivitas listrik otak yang tidak normal (seperti pemicu kejang), dokter akan melakukan Electroencephalogram (EEG). Biaya tes ini umumnya berkisar antara Rp500.000 hingga Rp1.500.000.
3. Pemindaian Otak (MRI/CT Scan)
Pemeriksaan MRI kepala sangat esensial untuk melihat detail jaringan otak dan mendeteksi peradangan, pendarahan, atau kerusakan struktur. Biaya MRI kepala non-kontras di Indonesia berkisar antara Rp1.500.000 hingga Rp5.000.000.
Jika membutuhkan injeksi zat kontras (MRA) untuk mendeteksi pembuluh darah secara spesifik, biayanya melonjak ke angka Rp7.000.000 hingga Rp10.000.000.
4. Terapi dan Perawatan Lanjutan
Pemulihan memori pasca-keracunan sering kali menuntut rawat jalan jangka panjang. Biaya tebus obat saraf, vitamin otak, hingga sesi terapi kognitif bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah setiap bulannya.
Total biaya yang harus dikeluarkan sejak masa diagnosis awal hingga pemulihan bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah, tergantung durasi penyembuhan pasien.
Rabu, 09/09/2026 12:54 WIB
Rabu, 09/09/2026 11:07 WIB