https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Masih Memanas, IRGC Serang 20 Kapal AS di Selat Hormuz

Muhammad Habib Saifullah | Rabu, 09/09/2026 14:05 WIB



Iran melancarkan serangan baru terhadap target-target Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah Ilustrasi peluncuran rudal balistik Iran (Foto: AP Photo)

Jakarta, Jurnas.com - Iran melancarkan serangan baru terhadap target-target Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah pada Rabu. Serangan ini merupakan balasan atas gempuran AS terhadap kapal tanker minyak Iran, yang menyeret kedua musuh bebuyutan itu lebih jauh ke dalam jurang perang.

Garda Revolusi Iran yang punya pengaruh kuat, pada Rabu menyatakan telah menyerang 20 kapal AS yang mencoba melewati Selat Hormuz. Jalur air vital bagi lalu lintas minyak dan gas dunia ini sebagian besar telah dikuasai Iran sejak perang meletus.

AS dan Iran kini terjebak dalam kebuntuan memasuki bulan keenam perang. Iran mempertahankan cengkeramannya atas Selat Hormuz, sementara Washington terus mendorong kampanye untuk melumpuhkan pelabuhan dan ekonomi Iran.

Baca juga :
Iran dan Oman Sepakati Jalur Pelayaran Sementara di Selat Hormuz

Garda Revolusi juga mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah menggempur sebuah pangkalan militer AS di Yordania. Langkah ini diambil sebagai respons atas hancurnya lima kapal tanker minyak Iran oleh pasukan AS sehari sebelumnya.

Pihak militer AS beralasan tindakan itu diambil setelah Iran menargetkan kapal perang Amerika, yang merupakan serangan kedua dalam waktu kurang dari sepekan.

Baca juga :
Ratusan Ribu Siswa Palestina Kembali Bersekolah di Tepi Barat

Harga minyak melonjak mendekati USD100 per barel pada perdagangan Asia di pagi hari, seiring dengan eskalasi konflik yang mengancam akan semakin mencekik pasokan dari kawasan Timur Tengah yang kaya minyak.

Harga minyak mentah Brent, patokan kontrak internasional, naik menjadi USD99,46 per barel, sementara kontrak utama AS, West Texas Intermediate (WTI), berada di angka USD94,45 per barel.

Baca juga :
Iran Siapkan Zona Maritim Terbatas di Luar Selat Hormuz

Republik Islam itu juga menegaskan akan menjadikan kapal-kapal tanker minyak di perairan sekutu AS, yakni Kuwait dan Bahrain, sebagai target pembalasan atas serangan AS terhadap tanker-tankernya.

Beberapa menit kemudian, Garda Revolusi—sayap paling kuat di militer Iran—mengumumkan telah menyerang pangkalan udara AS Al-Azraq di Yordania menggunakan rudal, lapor media pemerintah.

"Operasi hukuman" tersebut merusak fasilitas pemeliharaan dan perbaikan, lokasi penempatan, serta tempat berlindung jet tempur, menurut laporan kantor berita IRNA.

Sementara itu, tentara Yordania mengklaim telah menembak jatuh 18 rudal Iran yang menargetkan kerajaan tersebut.

Serangan itu terjadi setelah Teheran mendesak para kru kapal tanker minyak di perairan Kuwait dan Bahrain untuk meninggalkan kapal mereka, dengan peringatan bahwa mereka "akan dijadikan target," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan yang dirilis IRNA.

Babak pertempuran terbaru ini dipicu setelah pasukan AS menghancurkan lima kapal tanker minyak Iran. Militer AS berdalih telah "mengarahkan para kru untuk meninggalkan kapal" sebelum menyerang kapal-kapal tersebut.

"Iran terus mencoba menyerang kapal-kapal angkatan laut AS, dan setiap kali mereka melakukan atau mencobanya, mereka akan kehilangan kapal tanker. Saya rasa Anda akan melihat hal itu terjadi lagi hari ini," kata Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio kepada wartawan, Selasa, saat kunjungannya ke Kolombia.

Media Iran pada Selasa melaporkan bahwa sebuah rudal AS menghantam sebuah kapal tanker di lepas pantai Pulau Kharg, seraya menambahkan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Kepala Staf Angkatan Darat Iran, Ali Abdollahi, sebelumnya telah memperingatkan bahwa republik Islam itu akan menggempur pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut jika kapal tanker minyak Iran diserang.

Iran telah menegaskan kendalinya atas Selat Hormuz—yang biasanya dilalui oleh sekitar seperlima dari total pasokan minyak dan gas alam cair dunia—sejak awal perang pada bulan Februari. Lalu lintas kapal di jalur perairan tersebut kini nyaris lumpuh.

Teheran kini mewajibkan kapal-kapal untuk mengantongi izin dan membayar biaya transit sebelum menggunakan selat tersebut.

Garda Revolusi juga menyatakan pada Selasa bahwa mereka telah menyita "salah satu drone kapal selam Amerika tanpa awak paling modern" di Selat Hormuz.

Merespons hal ini, militer AS mengatakan drone tersebut "mengalami kerusakan", dan bersikeras bahwa itu adalah "model lama" yang tidak memuat data sensitif apa pun.

TV pemerintah Iran juga menyiarkan bahwa Garda Revolusi telah menyerang dua kapal perusak AS menggunakan rudal balistik. Hingga berita ini diturunkan, pihak militer AS tidak segera memberikan komentar terkait laporan tersebut.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Konflik Timur Tengah Iran AS Perang Iran IRGC Iran

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777