https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perkuat Sistem Pembelajaran Adaptif Hadapi Ancaman Bencana

Eko Budhiarto | Senin, 24/08/2026 20:30 WIB



Perkuat Sistem Pembelajaran Adaptif Hadapi Ancaman Bencana

Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Bangun mekanisme pembelajaran yang adaptif di sejumlah wilayah untuk menjamin keberlangsungan pendidikan di tengah ancaman bencana alam yang melanda di tanah air.

"Indonesia adalah kawasan rawan bencana. Pembangunan sistem pendidikan yang responsif terhadap ancaman bencana harus diwujudkan, bukan sekadar reaksi sesaat," kata Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat, Senin (24/8).

Rentetan bencana alam yang melanda Indonesia dalam sepekan terakhir, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan hingga gempa bumi dahsyat di Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali menguji ketahanan sektor pendidikan nasional.

Baca juga :
Gelar FGD, Badan Pengkajian MPR RI Dalami Desentralisasi dan Otonomi Daerah

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pun menerbitkan protokol pembelajaran darurat di sejumlah wilayah terdampak bencana tersebut.

Menurut Lestari, tantangan yang harus segera dijawab adalah bagaimana teknis pelaksanaan pembelajaran darurat itu sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dan hak anak tidak terampas di tengah krisis.

Baca juga :
LCC Empat Pilar Latih Siswa Berpikir, Berinovasi, dan Memaknai Pancasila

Sejatinya, tegas Rerie, sapaan akrab Lestari, data yang ada saat ini menunjukkan urgensi untuk menghadirkan mekanisme pembelajaran yang adaptif dalam merespons tantangan yang beragam.

Berdasarkan Peta Risiko Bencana BNPB 2023, terdapat lebih dari 70.000 satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA/SMK yang berada di wilayah berpotensi bencana dengan risiko bahaya sedang hingga tinggi.

Baca juga :
HUT RI, MPR Gelar Wayang Kulit, HNW: Kuatkan Budaya dan Kebangsaan

Bahkan, ujar Rerie yang juga Anggota Komisi X DPR RI, UNICEF menempatkan Indonesia dalam 50 negara dengan anak-anak paling berisiko terdampak perubahan iklim dan degradasi lingkungan.

Rerie mendorong konsistensi upaya pemerintah, dalam menerapkan protokol pembelajaran darurat di wilayah terdampak bencana dengan mengedepankan keselamatan pengajar dan peserta didik, hak belajar murid terpenuhi, serta pemulihan pascabencana yang terencana, untuk terus disempurnakan.

Rerie berharap, sejumlah kebijakan tersebut menjadi momentum untuk membangun sistem jangka panjang dalam mengantisipasi sejumlah tantangan berbagai potensi bencana di tanah air.

"Kesiapan SDM, penguatan kurikulum adaptif, dan peningkatan literasi kebencanaan bagi pengajar harus segera direalisasikan. Ini bukan hanya tentang bagaimana belajar saat bencana, tapi bagaimana kita memastikan masa depan anak bangsa tidak terhenti oleh bencana," pungkas Rerie.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Bencana Alam

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777