Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky (Foto: AFP)
Kyiv, Jurnas.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan bahwa Rusia diperkirakan berencana merekrut 300.000 prajurit tambahan untuk memperkuat pasukan militernya setelah pemilu parlemen Rusia pada pertengahan September mendatang.
Pasukan Moskow saat ini terus menekan wilayah industri Donbas di Ukraina timur untuk menguasai area tersebut secara penuh, langkah yang disebut Kyiv memakan korban jiwa yang sangat besar di pihak Rusia.
Dalam pernyataannya kepada awak media pada Minggu (23/8/2026), Zelensky menyebut Rusia berpotensi menambah perekrutan hingga mencapai target total 500.000 prajurit pada 2027, yang menargetkan wilayah-wilayah terpencil di Rusia.
"Kami yakin ini tidak akan terjadi di kota-kota pusat. Namun, saya pikir mereka tidak akan bisa menyembunyikannya dengan sangat rapat," kata Zelensky dikutip dari Reuters.
Di tengah pertempuran sengit yang berkecamuk di sekitar kota strategis Kostiantynivka, Zelensky mengklaim bahwa pihak Rusia kehilangan prajurit dalam jumlah maksimal dalam upayanya menembus benteng pertahanan kota-kota di Ukraina timur.
Dia juga menyambut kemajuan pasukan Kyiv di wilayah tenggara Ukraina, seraya menambahkan bahwa luas wilayah yang diduduki Rusia dan yang berhasil dibebaskan oleh Ukraina pada 2026 ini berada dalam posisi seimbang.
Di sisi lain, Rusia terus memperkuat ofensif daratnya dengan mengintensifkan serangan udara ke kota-kota Ukraina. Kondisi ini diperparah oleh krisis pasokan rudal pencegat sistem Patriot buatan Amerika Serikat.
Zelensky mengungkapkan bahwa Ukraina diperkirakan hanya menerima 264 rudal pencegat pada 2026, menurun signifikan dibandingkan 2025 sebanyak 364 unit, serta 2023 sebanyak 675 unit. Dia menambahkan bahwa Rusia menargetkan kapasitas produksi hingga 1.300 rudal balistik per tahun.
Guna membalas gempuran tersebut, sepanjang musim panas ini Ukraina meningkatkan serangan drone ke infrastruktur ekonomi Rusia, termasuk kilang minyak dan gudang peritel daring.
Menanggapi serangan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (22/8/2026) menyatakan bahwa Kyiv telah membuka kotak Pandora dengan menyerang target-target ekonomi, dan mengancam akan membalas dengan menghantam sektor ekonomi Ukraina yang paling sensitif.
Minggu, 23/08/2026 22:11 WIB
Minggu, 23/08/2026 21:57 WIB
Rabu, 19/08/2026 21:36 WIB