https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lagi, Bocah Palestina Gugur usai Kena Serangan Udara Israel

Mutiul Alim | Minggu, 23/08/2026 20:21 WIB



Dua serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Minggu (23/8) menewaskan setidaknya dua orang, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun Warga Palestina memeriksa puing-puing bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Nuseirat, Jalur Gaza tengah pada 26 Mei 2026 (Foto: AP)

Yerusalem, Jurnas.com - Dua serangan udara Israel di Jalur Gaza pada Minggu (23/8) menewaskan setidaknya dua orang, termasuk seorang bocah laki-laki berusia 4 tahun, serta melukai tujuh orang lainnya, menurut laporan pejabat kesehatan Palestina.

Salah satu serangan menghantam sebuah bangunan di kota Zawayda yang terletak di bagian tengah wilayah kantong tersebut. Warga setempat menyampaikan bahwa serangan itu terjadi setelah adanya peringatan dari tentara Israel yang menginstruksikan pemilik properti untuk mengosongkan area.

Petugas medis melaporkan bahwa serpihan bangunan dan ledakan yang menyebar hingga puluhan meter di sekitar lokasi melukai sedikitnya enam orang, termasuk bocah berusia 4 tahun bernama Mohammad Abdel-Salam Taha, yang kemudian dinyatakan meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit.

Baca juga :
PM Malaysia Kecam Tender Pemukiman Israel di Tepi Barat

"Tidak ada gencatan senjata, tidak ada apa-apa. Kami ingin solusi, kami ingin hidup damai," ujar Abu Ahmed, warga Palestina yang mengungsi dekat bangunan yang kini hancur menjadi tumpukan puing dan besi.

Serangan udara kedua terjadi di kamp pengungsian Nuseirat yang berada di dekat lokasi pertama. Pihak militer Israel menyatakan tengah memeriksa laporan mengenai kedua serangan tersebut.

Baca juga :
Serangan Udara Israel Ratakan Masjid di Pusat Kota Gaza

Gencatan senjata yang diinisiasi Amerika Serikat pada Oktober 2025 lalu sempat menghentikan pertempuran berskala besar di wilayah yang hancur tersebut.

Meski demikian, kesepakatan itu belum sepenuhnya menghentikan serangan militer Israel, yang diklaim bertujuan untuk menggagalkan ancaman serangan dari Hamas dan kelompok milisi lainnya.

Baca juga :
IDF Sebut Politisi Israel Picu Kekerasan Pemukim di Tepi Barat

Dalam pernyataan resminya pada Sabtu malam, militer Israel mengonfirmasi telah melancarkan serangan yang menewaskan seorang pejabat senior Hamas, Sharif Al-Hasnat, di kota Deir Al-Balah. Pihak militer menuduh Al-Hasnat memimpin upaya untuk membangun kembali infrastruktur bawah tanah milik Hamas.

Pihak Hamas menuduh Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata serta merusak upaya penataan rencana perdamaian yang lebih luas yang diusung Presiden AS Donald Trump, yang juga mencakup penarikan pasukan Israel dan pelucutan senjata Hamas.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Israel Serang Gaza Jalur Gaza Palestina Konflik Israel Palestina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777