Rabu, 29/07/2026 14:37 WIB

Serangan Udara Israel Ratakan Masjid di Pusat Kota Gaza





Sebuah serangan udara Israel di pusat Kota Gaza pada Rabu (29/7), menghancurkan sebuah masjid dan tenda-tenda yang menyediakan tempat berlindung

Israel menyerang masjid di pusat Kota Gaza, Palestina (Foto: AFP)

Yerusalem, Jurnas.com - Sebuah serangan udara Israel di pusat Kota Gaza pada Rabu (29/7), menghancurkan sebuah masjid dan tenda-tenda yang menyediakan tempat berlindung di lokasi tersebut bagi keluarga-keluarga pengungsi.

Rumah-rumah di sekitarnya serta properti sipil lainnya juga ikut rusak atau hancur ketika jet tempur menggempur Masjid Al-Muttaqin, di dekat sebuah gedung Asosiasi Pemuda Kristen (YMCA), menurut laporan kantor berita Turki Anadolu.

Serangan tersebut menyebabkan ratusan warga Palestina kehilangan tempat tinggal, memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah sangat mengerikan. Tenda-tenda itu digunakan oleh keluarga-keluarga yang sebelumnya telah mengungsi akibat serangan Israel yang menghancurkan rumah mereka.

Otoritas urusan agama Gaza pada bulan ini mengatakan bahwa serangan-serangan Israel telah menghancurkan 1.050 masjid dan merusak 191 lainnya sejak perang antara Israel dan Hamas dimulai pada bulan Oktober 2023. Terdapat 1.275 masjid di wilayah tersebut sebelum konflik terjadi.

Serangan terbaru terjadi saat serangan harian oleh pasukan Israel di Gaza terus berlanjut, meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober tahun lalu.

Maysa Yousef, seorang seniman dan ibu dari empat anak yang berasal dari Jalur Gaza tengah, mengatakan bahwa sebuah rumah di dekat tempat tinggalnya juga dihantam pada waktu yang berdekatan dengan pengeboman masjid tersebut.

"Kami belum merasakan gencatan senjata meski hanya untuk satu hari pun hingga saat ini. Tiga tahun kematian, penembakan, dan kehancuran," kata dia dikutip dari Arab News.

"Situasi di kota saya sangat berbahaya selama dua minggu terakhir dan pemboman dengan cepat semakin mendekati kami," dia menambahkan.

Pekan lalu, kata Yousef, tentara Israel mengeluarkan peringatan kepada salah seorang warga Gaza tengah sebelum mengebom rumah mereka. Padahal, kala itu keluarga tersebut sedang menunggu hasil ujian sekolah.

"Ketika keluarga yang diperingatkan itu mengungsi, Israel mengebom seluruh blok tersebut. Kesemua 15 rumah hancur total," kata dia.

Sedikitnya 1.007 warga Palestina terbunuh di Gaza sejak pengumuman gencatan senjata pada Oktober 2025 dan awal April tahun ini. Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia telah memverifikasi 629 dari kematian tersebut, termasuk 269 wanita dan anak-anak.

KEYWORD :

Israel Serang Gaza Masjid Palestina Krisis Kemanusiaan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :