Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka.
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi III DPR RI Martin Tumbelaka mengapresiasi terobosan Komisi Yudisial (KY) dalam proses seleksi calon Hakim Agung Tahun 2026 yang dinilai semakin terbuka dan kredibel. Menurutnya, keterbukaan proses seleksi penting untuk memastikan calon yang diajukan benar-benar memiliki kapasitas dan integritas.
Hal tersebut disampaikan Martin usai Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Panitia Seleksi Calon Hakim Agung dan Hakim Ad Hoc di Mahkamah Agung Tahun 2026, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2026.
Martin mengatakan, Komisi III sebelumnya telah memberikan sejumlah catatan kepada KY agar proses seleksi dilakukan secara lebih cermat, termasuk memastikan tidak ada calon yang telah berulang kali mengikuti seleksi namun kembali diloloskan tanpa pertimbangan yang memadai.
"Kita mengapresiasi tentunya terobosan-terobosan yang dilakukan oleh KY dalam penyeleksian calon Hakim Agung, di mana ada beberapa langkah yang mereka buat sekarang dan tadi juga mereka membuka untuk bisa dilihat langsung oleh masyarakat bahwa proses penyeleksian mereka terbuka," ujar Martin.
Ia menilai, proses seleksi tahun ini menunjukkan adanya perbaikan. Martin menyebut nama-nama calon yang disampaikan kepada DPR merupakan sosok yang memiliki kredibilitas dan diharapkan mampu menjalankan fungsi peradilan secara profesional.
"Sekarang tidak ada lagi yang terjadi seperti itu dan kami mengapresiasi dan kami melihat nama-nama yang muncul ini betul-betul nama-nama yang kredibel," katanya.
Lebih lanjut, Martin menekankan pentingnya kualitas calon Hakim Agung yang nantinya dipilih DPR. Menurutnya, Hakim Agung merupakan bagian penting dalam sistem peradilan karena menjadi salah satu benteng terakhir masyarakat dalam memperoleh keadilan.
"Kami berharap dari nama-nama ini yang terpilih tentu semua kita masyarakat Indonesia berharap bahwa ini Hakim Agung ini adalah benteng terakhir masyarakat untuk mencari keadilan," tegas Politisi Fraksi Partai Gerindra itu.
Martin berharap calon Hakim Agung yang terpilih tidak hanya memiliki kemampuan profesional dan rekam jejak yang baik, tetapi juga mempunyai hati nurani dalam menjalankan tugasnya.
"Kami berharap Hakim Agung ini yang tadi saya sampaikan betul-betul dia yang pertama dia profesional, dia kredibilitasnya betul-betul tidak diragukan lagi dan yang paling penting dia itu betul-betul mempunyai hati nurani," jelasnya.
Menurut Martin, keberadaan hati nurani penting agar setiap putusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat. Ia pun berharap proses seleksi dan pemilihan calon Hakim Agung tahun ini dapat berkontribusi terhadap perbaikan kualitas peradilan di Indonesia.
"Harapan kami tentu Hakim Agung yang terpilih bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan kembali lagi tentu kami berharap bahwa setiap perkara-perkara yang nanti ditangani betul-betul putusannya yang dihasilkan betul-betul mendapatkan keadilan di masyarakat," pungkasnya.
Selasa, 04/08/2026 14:16 WIB