https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Studi: Target Iklim Bisa Kurangi Lahan Pertanian Dunia hingga 13 Persen

Agus Mughni | Minggu, 09/08/2026 13:05 WIB



Upaya mencapai target iklim melalui penanaman hutan dan penghilangan karbon berbasis lahan berpotensi menekan produksi pangan dunia Ilustrasi lahan pertanian (FOTO: GAMBINO GROUP)

Jakarta, Jurnas.com - Upaya mencapai target iklim melalui penanaman hutan dan penghilangan karbon berbasis lahan berpotensi menekan produksi pangan dunia. Studi terbaru memperkirakan luas lahan pertanian global dapat menyusut hampir 13 persen pada 2100 jika strategi tersebut diterapkan secara luas.

Penelitian yang dipimpin Shaokun Li dari Beijing Normal University bersama peneliti dari sejumlah institusi di China dan University of Reading itu menyoroti persoalan perebutan lahan antara kebutuhan mengurangi emisi dan produksi pangan.

Dikutip dari Earth, strategi penghilangan karbon berbasis lahan, terutama penghijauan atau afforestation, mengandalkan kemampuan pohon menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Namun, lahan yang digunakan untuk hutan baru pada saat yang sama tidak lagi tersedia untuk menanam pangan.

Baca juga :
Israel Terus Hancurkan Kebun Zaitun Milik Warga Palestina

Dampaknya tidak akan merata. Brasil diproyeksikan mengalami penurunan lahan pertanian terbesar, mencapai 25 persen.

Amerika Serikat berada di posisi berikutnya dengan potensi penurunan 9,6 persen, sedangkan Argentina diperkirakan mengalami penurunan 3,7 persen.

Baca juga :
Baleg DPR: Penetapan Lahan Pertanian Harus Berdasarkan Kondisi Faktual

Penurunan produksi di negara-negara tersebut berpotensi memengaruhi pasar pangan global karena ketiganya merupakan negara penting dalam produksi dan perdagangan komoditas pertanian.

Negara yang bergantung pada impor pangan dapat menghadapi tekanan tambahan. Pasokan dari negara pemasok berkurang ketika kebutuhan impor di negara lain tetap tinggi.

Baca juga :
Pimpinan DPR: Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia

Peneliti mencontohkan Vietnam dan Korea Selatan. Kapasitas impor keduanya diproyeksikan turun masing-masing 14,1 persen dan 14,4 persen dalam skenario yang dianalisis.

Penelitian tersebut juga menemukan perbedaan dalam proyeksi kehilangan lahan pertanian.

Model yang banyak digunakan untuk analisis kebijakan iklim, seperti GCAM, memperkirakan penurunan lahan pertanian sekitar 10 persen. Setelah memperhitungkan kepadatan dan fragmentasi lahan pertanian, estimasinya meningkat menjadi 12,8 persen.

Menurut penelitian tersebut, faktor kepadatan dan fragmentasi penting karena lahan pertanian yang tersisa tidak selalu dapat menggantikan fungsi lahan yang dialihkan untuk penghijauan.

Karena itu, kebijakan iklim dinilai perlu memperhitungkan kebutuhan produksi pangan secara bersamaan, bukan hanya menghitung jumlah karbon yang dapat diserap dari suatu kawasan.

Peneliti merekomendasikan agar perlindungan lahan pertanian dan restorasi ekosistem dipertimbangkan dalam kebijakan iklim secara bersamaan.

Produktivitas pertanian juga perlu ditingkatkan tanpa mengabaikan petani kecil. Langkah lain yang disarankan mencakup pengurangan hambatan perdagangan, penguatan cadangan pangan darurat, serta mekanisme stabilisasi harga untuk menghadapi gangguan pasokan.

Model yang digunakan untuk menentukan kebijakan juga dinilai perlu diperbarui dengan memasukkan perubahan pola makan, kebijakan nasional, kondisi cuaca ekstrem, serta perbedaan kondisi sosial dan ekonomi setiap wilayah.

Peneliti juga menilai pengurangan emisi dari sektor energi perlu dipercepat agar pencapaian target iklim tidak terlalu bergantung pada penghilangan karbon berbasis lahan.

Dengan pendekatan tersebut, hutan dan lahan pertanian tidak harus terus bersaing untuk mendapatkan ruang yang sama ketika kebutuhan pangan dunia terus meningkat.

Studi ini diterbitkan dalam jurnal Environmental and Biogeochemical Processes.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Target Iklim Penanaman Hutan Lahan Pertanian Produksi Pangan

Terkini | Minggu, 09/08/2026 15:10 WIB

News

Bank Dunia Kucurkan Hibah Rp1,6 Triliun ke Suriah

News

Menpar Palestina Tekankan Perlindungan Situs Bersejarah dari Israel

Gaya Hidup

Ada Gerhana Matahari 12 Agustus 2026, Ini Lokasi dan Waktu Melihatnya

News

Kanker Menyebar ke Tulang, Kondisi Kesehatan Joe Biden Memburuk

News

Ultimatum AS, Iran Hanya Akan Buka Selat Hormuz Jika Syarat Ini Dipenuhi

News

Gedung Bapenda DKI Kebakaran, Pramono Pastikan Layanan Pajak Tak Terganggu

Gaya Hidup

Studi: Target Iklim Bisa Kurangi Lahan Pertanian Dunia hingga 13 Persen

News

Pezeshkian Sebut Iran Siap Lanjutkan Perdamaian, Ini Syaratnya

Gaya Hidup

Inilah 10 Ikon yang Identik dengan Provinsi Riau

News

Cegah Predator di Madrasah, Wamenag Minta Perluas Sistem Perlindungan Anak

Humanika

Tak Takut Sendirian, Ini Rahasia Hati yang Dipenuhi Iman

News

Kemenag Segera Cairkan Rp4,1 T BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II

Humanika

Mengapa Niat Baik Bisa Menjadi Nilai Penting dalam Amal?

Humanika

Rasulullah Ingatkan Larangan Mencela Angin, Waktu, dan Hari

News

Wacana Reshuffle Agustus, Dikabarkan Posisi Wamenhan Bakal Diisi Sipil

Gaya Hidup

10 Contoh Ucapan HUT Provinsi Riau 2026, Cocok untuk Postingan Medsos

Humanika

Menelusuri Sejarah Panjang Hari Jadi Provinsi Riau Setiap 9 Agustus

Gaya Hidup

Makna Dibalik Peringatan International Coworking Day Setiap 9 Agustus

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777