https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lestari Moerdijat Dorong Sosialisasi Masif Lindungi Data Pribadi Anak

Eko Budhiarto | Kamis, 06/08/2026 18:02 WIB



Lestari Moerdijat Dorong Sosialisasi Masif Lindungi Data Pribadi Anak Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Kasus dugaan penyalahgunaan data pribadi anak untuk kepentingan pendataan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan alarm penting tentang kerentanan data kependudukan dan lemahnya literasi masyarakat.

"Kejadian ini menunjukkan bahwa data kependudukan yang seharusnya dilindungi justru bisa disalahgunakan. Ini konsekuensi dari kurangnya pemahaman dan pengawasan dalam pengelolaan data pribadi," kata Wakil Ketua MPR, Kamis (6/8).

Saat ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah menelusuri kasus viral terkait data anak yang diduga dicatut untuk dimasukkan ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tanpa izin orang tua.

Baca juga :
Ketua MPR RI Ahmad Muzani: MPR RI Matangkan Formulasi Hukum PPHN

Tindakan itu diduga dilakukan untuk memanipulasi Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) .

Kasus tersebut terungkap lewat keluhan sejumlah orang tua di media sosial yang mendapati nama dan NIK anak mereka terdaftar di lembaga PAUD yang tidak pernah mereka kunjungi.

Baca juga :
Ketua MPR RI Ahmad Muzani: Sidang Tahunan MPR RI Digelar 14 Agustus 2026

Lestari mendorong pemerintah untuk segera meningkatkan sosialisasi masif mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi, terutama Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, literasi perlindungan data pribadi di era digital harus menjadi agenda prioritas .

Baca juga :
Pengelolaan Warisan Budaya Butuh Dukungan Nyata Pemerintah dan Masyarakat

"Masyarakat, terutama orang tua, perlu diedukasi agar tidak sembarangan memberikan data pribadi dan proaktif memeriksa status data anak di laman resmi Kemendikdasmen," tambah Anggota Komisi X DPR RI itu.

Rerie menegaskan, pentingnya pengawasan data dengan upaya perluasan akses PAUD yang berkualitas.

Data Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mencatat, sekitar 20.000 dari 82.000 desa di Indonesia belum memiliki layanan PAUD.

"Pemerataan PAUD harus diiringi dengan tata kelola data yang transparan dan akuntabel, agar anak-anak mendapat layanan pendidikan yang layak dan terlindungi hak-haknya," pungkas Rerie.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Lestari Moerdijat Data Kependudukan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777