Ilustrasi platform ChatGPT (Foto: DW)
Washington, Jurnas.com - OpenAI bersiap merilis jajaran model kecerdasan buatan seri GPT-5.6. Peluncuran ini dilakukan beberapa pekan setelah sempat tertunda pada Juni lalu, akibat adanya evaluasi potensi risiko keamanan dari pemerintah Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan laporan Axios yang dikutip dari DW pada Rabu (8/7), pihak Gedung Putih kini telah memberikan lampu hijau untuk peluncuran tersebut. Persetujuan ini dikantongi setelah melalui serangkaian pengujian teknis serta diskusi mendalam dengan para petinggi OpenAI.
Pihak OpenAI mengklaim bahwa GPT-5.6 merupakan inovasi paling tangguh yang pernah diciptakan. Model terbaru ini dibekali dengan peningkatan kemampuan di berbagai bidang, mulai dari keamanan siber, biologi, hingga eksekusi tugas-tugas AI yang bersifat otonom atau berbasis agen.
Penundaan perilisan ini sejatinya dipicu oleh kekhawatiran yang kian memuncak di Washington terkait pesatnya perkembangan sistem AI dan potensi penyalahgunaannya di masa depan.
Bahkan pada Juni lalu, Gedung Putih juga sempat menginstruksikan Anthropic, yang merupakan kompetitor OpenAI, untuk menangguhkan penggunaan model AI mutakhir mereka, yakni Fable dan Mythos. Keputusan ini dilandasi oleh alasan keamanan nasional, dan pelonggaran batasan terhadap sistem tersebut baru saja diberlakukan pada pekan lalu.
Kekhawatiran para pejabat AS ini berakar pada kemampuan model AI tingkat lanjut dalam mendeteksi celah kelemahan pada kode perangkat lunak. Celah semacam ini dikhawatirkan sangat rentan dieksploitasi oleh militer asing maupun dinas intelijen dari negara-negara pesaing, termasuk Rusia dan China.
Oleh sebab itu, ketika Gedung Putih meminta penundaan jadwal rilis perdana GPT-5.6 atas dasar kekhawatiran yang sama, OpenAI pun langsung menyetujuinya.
Pada awal masa jabatan keduanya, Presiden Donald Trump pada dasarnya banyak menerapkan pendekatan deregulasi terhadap pertumbuhan AI. Menurut dia, aturan yang terlalu ketat justru berpotensi melemahkan daya saing AS untuk melawan China di sektor teknologi tersebut.
Kendati demikian, pada Juni lalu, Trump meratifikasi sebuah perintah eksekutif yang secara khusus dirancang untuk menangani risiko keamanan siber dari model AI canggih.
Kebijakan ini dimaksudkan untuk membentuk sebuah mekanisme sukarela, yakni para pengembang AI dapat membagikan model buatan mereka kepada pemerintah dalam kurun waktu 30 hari sebelum dipublikasikan secara luas.
Merujuk pada paparan OpenAI, model GPT-5.6 yang akan diluncurkan pada Kamis besok bakal tersedia dalam tiga versi. Varian pertama, Sol, sebagai model terkuat saat ini.
Sementara itu, versi Terra akan menawarkan model kelas menengah yang diperuntukkan bagi tugas-tugas harian. Di sisi lain, varian Luna akan hadir sebagai opsi termurah yang difokuskan pada kecepatan dan efisiensi.
Perusahaan tersebut juga menambahkan bahwa model GPT-5.6 telah mengintegrasikan pengaman berlapis, sebagai mekanisme keamanan yang dirancang demi mencegah penyalahgunaan AI dalam serangan siber maupun aktivitas merugikan lainnya.