Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Anadolu)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa para negosiator kini berada di tahap akhir dalam pembahasan kesepakatan damai di Timur Tengah.
Pernyataan ini disampaikan pada Selasa (9/6) setelah Iran dan Israel menghentikan kontak senjata terbaru yang sempat mengancam gencatan senjata yang telah berjalan selama beberapa bulan.
Meski Trump berulang kali menegaskan bahwa kesepakatan damai dengan Teheran sudah sangat dekat, proses diplomasi sempat mandek dan kedua belah pihak masih saling melepaskan tembakan meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku sejak 8 April.
“Mereka saling menyerang dan sekarang mereka berdua sepakat melalui saya untuk berhenti, dan kita berada di tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat bagus,” kata Donald Trump dikutip dari AFP.
Ketika ditanya mengenai kepastian waktu penandatanganan kesepakatan tersebut, Trump memproyeksikan prosesnya hanya akan memakan waktu sekitar dua atau tiga hari ke depan.
Di sisi lain, pihak Teheran secara konsisten menuntut agar kesepakatan damai tersebut turut mencakup wilayah Lebanon, ketika Israel terus menekan milisi Hizbullah yang disokong oleh Iran.
Ketegangan sempat memuncak kembali pada Minggu kemarin saat Iran meluncurkan rudal ke Israel, yang kemudian memicu aksi balasan dari militer Israel meskipun Washington telah mendesak mereka untuk menahan diri.
Saling balas serangan tersebut akhirnya mereda setelah Iran menembakkan salvo rudal terakhir sebelum mengumumkan penghentian aksi militer. Beberapa jam kemudian, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu turut mengumumkan bahwa pertempuran di lini tersebut telah berhasil dikendalikan.
Kendati demikian, Teheran memperingatkan bahwa mereka akan menyerang kembali jika Israel tetap melanjutkan operasinya di Lebanon. Sebaliknya, Netanyahu juga mengancam jika Iran melakukan kesalahan dengan kembali menyerang, Israel akan membalas dengan kekuatan penuh.
Sebelum penghentian serangan diumumkan, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz bahkan sempat menegaskan bahwa operasi militer di Lebanon akan tetap berjalan tanpa memedulikan faktor luar. Israel mengancam bakal menyerang wilayah pinggiran selatan Beirut yang didominasi Hizbullah sebagai balasan atas setiap serangan ke Israel utara.
Trump, yang kabarnya mulai habis kesabaran terhadap Netanyahu, mendesak kedua belah pihak untuk menghentikan aksi saling tembak. Dia menambahkan bahwa negosiasi akhir menuju perdamaian akan terus berjalan, selama tidak terhambat oleh kebodohan atau ketidakpedulian pihak-pihak yang terlibat.
Namun, PM Israel dalam pernyataan televisinya menegaskan telah menyampaikan langsung kepada Trump mengenai posisi negaranya.
“Israel memiliki hak penuh untuk membela diri, dan kami melaksanakannya sesuai kebutuhan,” kata Benjamin Netanyahu.
Selasa, 09/06/2026 17:47 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB
Selasa, 09/06/2026 10:30 WIB
Senin, 08/06/2026 13:10 WIB