Selasa, 09/06/2026 17:29 WIB

Israel Terbukti Gunakan Fosfor Putih saat Serang Lebanon





Militer Israel dikabarkan menggunakan amunisi fosfor putih di atas kawasan padat penduduk di Lebanon, selama konflik dengan kelompok Hizbullah.

Militer Israel menggunakan zat diduga fosfor putih dalam serangan di Lebanon (Foto: AFP)

Beirut, Jurnas.com - Militer Israel dikabarkan menggunakan amunisi fosfor putih di atas kawasan padat penduduk di Lebanon, selama konflik dengan kelompok Hizbullah.

Berdasarkan investigasi The New York Times yang merujuk pada bukti visual, pakar amunisi, organisasi bantuan, serta rekaman video yang telah terverifikasi, jejak asap khas putih terlihat pada 30 Mei di atas kota Nabatieh, Lebanon selatan, yang berpenduduk sekitar 40.000 jiwa.

Rekaman yang diverifikasi oleh media tersebut diambil saat operasi militer Israel berlangsung di sekitar wilayah bersejarah Kastel Beaufort, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Selasa (9/6).

Selain itu, sejumlah rekaman video lain yang telah diperiksa menunjukkan penggunaan fosfor putih di dekat kota pesisir Tyre serta di sekitar kota Qlayaa, Khiam, dan Yohmor sejak pertempuran kembali pecah pada Maret lalu.

Gelombang permusuhan terbaru ini dimulai setelah Hizbullah meluncurkan roket ke wilayah utara Israel sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat-Israel ke Iran.

Fosfor putih merupakan zat yang langsung terbakar saat bersentuhan dengan udara dan secara umum digunakan oleh militer untuk menciptakan tabir asap guna menyembunyikan pergerakan pasukan.

Meskipun zat ini tidak dilarang oleh hukum internasional, penggunaannya terhadap warga sipil atau di kawasan padat penduduk dapat dikategorikan sebagai pelanggaran norma konflik bersenjata.

Sejumlah organisasi hak asasi manusia menyuarakan kekhawatiran atas dampak fatal zat tersebut terhadap warga sipil, meski pihak Israel membantah telah melanggar hukum internasional.

Menanggapi laporan ini, militer Israel menyatakan bahwa prosedur internal mereka melarang penggunaan peluru tersebut di kawasan padat penduduk, kecuali dalam kondisi tertentu. Mereka juga mengklaim bahwa kebijakannya telah mematuhi, bahkan melampaui, standar hukum internasional.

Laporan investigasi tersebut mengungkap bahwa Israel memiliki amunisi artileri 155mm tipe M825A1 buatan Amerika Serikat yang mengandung fosfor putih.

Proyektil ini dapat diprogram untuk meledak di udara guna menyebarkan material fosfor yang terbakar secara luas sebagai tabir asap, atau meledak saat benturan untuk menciptakan titik api tunggal sebagai penanda medan tempur.

Pakar amunisi yang berkonsultasi dengan media tersebut mengonfirmasi bahwa rekaman video dari Lebanon menunjukkan ledakan artileri di udara yang melepaskan material terbakar, sangat identik dengan karakteristik peluru fosfor putih M825A1.

Pihak militer Israel berdalih kepada surat kabar tersebut bahwa amunisi tabir asap utama mereka sebenarnya tidak mengandung fosfor putih. Kendati demikian, mereka mengakui memiliki peluru asap berbasis fosfor putih, yang diklaim legal di bawah hukum internasional dan hanya ditujukan untuk menciptakan tabir asap, bukan untuk memicu kebakaran.

Laporan investigasi itu turut mencatat bahwa Human Rights Watch sebelumnya telah mendokumentasikan penggunaan masif fosfor putih oleh Israel di Lebanon dalam sebuah laporan pada 2024, dan mempertanyakan ketiadaan penggunaan alternatif lain yang lebih aman.

Berdasarkan data The New York Times, peneliti independen Ahmad Beydoun berhasil mendokumentasikan lebih dari 200 kasus penggunaan fosfor putih di Lebanon dalam kurun waktu satu tahun sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.

Akibat pemakaian zat berbahaya ini, Lebanon telah mengajukan empat gugatan resmi kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB sejak Oktober 2023.

Salah satu dokumen gugatan melampirkan data resmi pemerintah yang menyatakan bahwa lebih dari 600 kasus kebakaran di Lebanon selatan dipicu oleh zat kimia tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya telah memperingatkan bahwa fosfor putih dapat menyebabkan luka bakar parah, kerusakan saluran pernapasan, hingga kebutaan.

Human Rights Watch menggambarkan efeknya bisa sangat menghancurkan, sementara para peneliti lingkungan menyoroti ancaman kontaminasi jangka panjang terhadap tanah, sumber air, dan lahan pertanian.

Di sisi lain, para pakar yang diwawancarai mengakui bahwa pembuktian apakah fosfor putih sengaja ditargetkan kepada warga sipil sering kali sulit dilakukan.

Meskipun amunisi ini legal dalam situasi tertentu, para kritikus menilai dampak penyebarannya yang luas membuat jatuhnya korban sipil menjadi sangat sulit dihindari jika ditembakkan di dekat kawasan pemukiman.

KEYWORD :

Amunisi Fosfor Putih Perang Israel vs Lebanon Konflik Timur Tengah




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :