Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer (Foto: BBC)
Jakarta, Jurnas.com - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer akan mengumumkan larangan penggunaan media sosial oleh anak-anak di Inggris dalam upaya memperkuat posisinya di Partai Buruh, menurut laporan The Times dengan mengutip sejumlah sumber.
Sebuah jajak pendapat oleh YouGov pada pertengahan Mei lalu menunjukkan bahwa Andy Burnham—wali kota Manchester Raya yang dianggap sebagai saingan utama Keir Starmer—telah mengungguli Starmer dalam hal popularitas di kalangan pendukung Partai Buruh.
Hasil jajak pendapat itu juga memunculkan Burnham sebagai kandidat terkuat untuk memimpin Partai Buruh.
Usulan larangan penggunaan media sosial itu merupakan bagian dari paket kebijakan yang sedang disusun kantor perdana menteri Inggris, seiring upaya Starmer untuk memperkuat posisinya menjelang kemungkinan kembalinya Burnham ke parlemen lewat pemilihan sela di Makerfield.
Larangan tersebut akan berlaku bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun, kata laporan tersebut.
Kerangka kerja yang diusulkan itu mengadopsi pengalaman Australia dan mencakup pembatasan pada fitur menggeser layar (scrolling), pesan notifikasi singkat (push notification), dan pemutaran otomatis, menurut sumber seperti dikutip The Times.
Draf peraturan tersebut juga mungkin akan menetapkan batasan usia lebih rinci, dengan membatasi akses ke fungsi dan situs tertentu bagi kelompok usia yang berbeda. Pembatasan itu dilakukan alih-alih melarang total bagi semua anak di bawah 16 tahun, seperti yang diterapkan di Australia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Senin, 08/06/2026 18:59 WIB
Jum'at, 29/05/2026 14:53 WIB
Senin, 08/06/2026 13:10 WIB