Panglima Militer Field Marshal Asim Munir tiba di Teheran, Iran (Foto: Asharq Al-Awsat)
Teheran, Jurnas.com - Delegasi militer tingkat tinggi Pakistan yang dipimpin oleh Panglima Militer Field Marshal Asim Munir tiba di Teheran, Iran pada Rabu (15/4) kemarin.
Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya intensif Islamabad untuk menghidupkan kembali negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran setelah dialog pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan, sebagaimana dikutip dari Arab News pada Kamis (16/4).
Negosiasi marathon yang berlangsung di Islamabad pada 11 April lalu merupakan pertemuan langsung paling senior antara pejabat AS dan Iran dalam lebih dari satu dekade.
Pertemuan tersebut mempertemukan Wakil Presiden AS JD Vance dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi serta Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf. Meski berlangsung selama lebih dari 20 jam, diskusi tersebut menemui jalan buntu akibat perbedaan pandangan yang mendalam pada isu-isu krusial.
Sejak saat itu, Islamabad terus memfasilitasi pertukaran pesan antara Tehran dan Washington guna mengamankan putaran negosiasi kedua. Presiden AS Donald Trump menyatakan pada Selasa lalu bahwa dirinya lebih memilih agar pembicaraan lanjutan kembali digelar di Pakistan dalam waktu dekat.
"Field Marshal Asim Munir dan Menteri Dalam Negeri Mohsin Naqvi, bersama delegasi, telah tiba di Tehran sebagai bagian dari upaya mediasi yang sedang berlangsung," kata sayap media militer Pakistan saat membagikan foto penyambutan sang panglima di Teheran.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa delegasi tersebut membawa pesan baru dari Washington untuk pemerintah Iran. Pertemuan ini dijadwalkan membahas kerangka kerja negosiasi masa depan guna memperkuat gencatan senjata rapuh yang dicapai awal bulan ini, setelah pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari lalu.
Sebelumnya, pembicaraan di Islamabad gagal mencapai titik temu terkait program nuklir Iran, pencabutan sanksi, dan status Selat Hormuz. Jalur energi global tersebut saat ini masih diblokade oleh Teheran, sementara Washington bersumpah untuk membukanya kembali.
Dalam tuntutannya, Amerika Serikat mendesak pembatasan ketat pada pengayaan uranium Iran. Sebaliknya, Teheran bersikeras pada hak pengayaan mereka dan menuntut pencabutan sanksi serta pencairan aset negara yang dibekukan.
Para pejabat berharap jangkauan diplomatik terbaru dari Pakistan ini dapat mempersempit jurang perbedaan atau setidaknya meletakkan landasan bagi negosiasi baru, meskipun hingga kini tanggal dan lokasi resmi untuk putaran kedua belum dikonfirmasi.
Kamis, 16/04/2026 18:15 WIB
Selasa, 14/04/2026 21:18 WIB