Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Foto: Celal Gunes/AA/Anadolu)
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa para pemimpin Israel dan Lebanon dijadwalkan melakukan pembicaraan pada Kamis (16/4).
Langkah ini merupakan bagian dari upaya intensif Washington untuk meredakan ketegangan setelah kedua negara seteru tersebut melakukan negosiasi langsung pertama mereka dalam beberapa dekade terakhir, sebagaimana laporan AFP.
Lebanon terseret ke dalam pusaran perang Timur Tengah sejak 2 Maret lalu, menyusul serangan kelompok Hizbullah terhadap Israel. Sejak saat itu, serangan balasan Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi.
Meskipun tekanan internasional untuk gencatan senjata terus menguat, pasukan darat Israel tetap melanjutkan invasi ke wilayah selatan Lebanon.
"Kami sedang mencoba memberi sedikit ruang bernapas antara Israel dan Lebanon," tulis Trump melalui platform Truth Social pada Rabu (15/4).
Pernyataan tersebut merujuk pada pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Washington sehari sebelumnya, yang menandai negosiasi langsung pertama antara pejabat senior kedua negara sejak tahun 1993.
Seorang pejabat senior pemerintah AS mengungkapkan bahwa Presiden Trump akan menyambut baik berakhirnya permusuhan antara Israel dan Hizbullah sebagai bagian dari kesepakatan damai permanen. Namun, ia menegaskan bahwa proses ini terpisah dari negosiasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.
"Amerika Serikat menginginkan perdamaian yang tahan lama, tetapi tidak menuntut gencatan senjata segera," ujar pejabat yang bicara dengan syarat anonim.
Dia menambahkan bahwa fokus utama Washington saat ini adalah membangun kepercayaan antara pemerintah Lebanon dan Israel guna menciptakan ruang bagi kesepakatan damai yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan dua tujuan utama dalam negosiasi dengan Lebanon. "Pertama, pembubaran Hizbullah; kedua, perdamaian berkelanjutan yang dicapai melalui kekuatan," kata Netanyahu sebelumnya.
Pihak Gedung Putih belum merinci siapa saja tokoh yang akan terlibat langsung dalam pembicaraan hari ini maupun detail teknis dari agenda tersebut. Washington berharap kedua belah pihak dapat membangun momentum politik untuk mengakhiri konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.
Kamis, 16/04/2026 18:15 WIB
Selasa, 14/04/2026 21:18 WIB