Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti (Foto: Humas Kemdikdasmen)
Surabaya, Jurnas.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu`ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui sejumlah program prioritas nasional.
Program tersebut meliputi revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta penguatan kompetensi guru.
Hal itu disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 pada Selasa (14/4), sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna mendukung pencapaian target pembangunan nasional.
Dalam arah kebijakan pembangunan pendidikan, Mendikdasmen menegaskan bahwa implementasi program prioritas nasional di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Program prioritas Bapak Presiden dan terlaksana dengan sangat baik di Jawa Timur. Untuk program revitalisasi di Jawa Timur, ada 1.390 sekolah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dengan total anggaran Rp917 Milyar lebih. Sepertinya ini yang terbesar se-Indonesia dan alhamdulillah sudah terlaksana 100 persen,” ucapnya.
Mendikdasmen menyampaikan bahwa program Digitalisasi Pembelajaran di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, baik dari sisi distribusi perangkat maupun pemanfaatannya.
“Untuk digitalisasi di Jawa Timur, ada 39.843 Interactive Flat Panel (IFP) dan semuanya sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur. Sudah juga dilakukan pelatihan untuk para gurunya, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti.
Menteri Mu’ti juga memaparkan berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026 yang mencakup perluasan akses bantuan pendidikan bagi peserta didik serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru.
Pemerintah juga mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp14,062 triliun untuk 11.655 satuan pendidikan secara nasional, serta melanjutkan program digitalisasi dengan penambahan tiga perangkat IFP per satuan pendidikan.
Program PIP akan diperluas hingga jenjang TK serta menjangkau jutaan peserta didik di seluruh Indonesia.
Selain itu, peningkatan kualifikasi guru dilakukan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 150 ribu guru, serta didukung program pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD sebagai persiapan penerapan mata pelajaran bahasa Inggris mulai kelas 3 SD pada tahun 2027.
Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas RI, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, Digitalisasi Pembelajaran, Koperasi Merah Putih, dan Kartu Usaha Afirmatif serta program prioritas lainnya.
“Kami harapkan dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, khususnya proyek-proyek besar yang berdekatan nasional, mulai dari pembangunan sekolah rakyat, digitalisasi pendidikan, koperasi Merah Putih, Kartu Usaha Afirmatif, dan proyek-proyek lain yang sangat penting khususnya yang ada di wilayah Jawa Timur,” jelasnya.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa strategi pembangunan daerah melalui program Jatim Cerdas difokuskan pada penguatan akses dan mutu pendidikan yang merata dan berkeadilan melalui pemerataan sarana dan prasarana, serta peningkatan kualitas pengajaran dan daya saing. Ia juga menegaskan capaian Jawa Timur di bidang pendidikan.
“Suksesnya program Jawa Timur ini karena sinergi dan kolaborasi semuanya, ini yang ketujuh tahun berturut-turut Jawa Timur tertinggi diterima SNBP di perguruan tinggi negeri dengan rasio terima SNBP 27,20%. Baik jalur reguler maupun jalur KIP kuliah. Kita juga tertinggi ini ketujuh kali di antara semua provinsi di Indonesia. Harapan kita adalah bahwa kita menyiapkan berbagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas SDM terutama dari SMA, SMK, SLB,” jelas Khofifah.
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Musyafak Rouf menyampaikan bahwa pokok-pokok pikiran DPRD diarahkan pada penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Penguatan pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial sebagai fondasi utama peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Rouf.
Musrenbang RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027 turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Ribka Haluk, bersama para pimpinan lembaga dan daerah.
Kehadiran tersebut mencerminkan kuatnya sinergi pusat dan daerah dalam memastikan program prioritas nasional berjalan terarah dan berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia.
Kamis, 16/04/2026 15:15 WIB
Selasa, 14/04/2026 21:18 WIB