https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

GINSI Dukung Pemerintah Perkuat Industri Nasional

Aliyudin Sofyan | Rabu, 08/04/2026 08:18 WIB



Di tengah kondisi geopolitik dan perekonomian global yang tidak menentu hendaknya Pemerintah dan stakeholders terus melakukan penguatan industri domestik Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (BPP GINSI) Erwin Taufan. Foto: dok. jurnas

JAKARTA, Jurnas.com - Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) mendukung keberlangsungan dan penguatan industri di dalam negeri harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan tata niaga impor diambil oleh Pemerintah

Lonjakan e-commerce telah mengubah peta persaingan dagang secara fundamental. Konsumen saat ini dapat memesan produk langsung dari pabrik yang ada di luar negeri seperti China tanpa perantara yang juga dengan harga lebih murah ketimbang produk lokal sejenis.

Karenannya GINSI akan terus mendukung upaya pemerintah khususnya Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin guna mengatur tata niaga masuknya produk luar negeri agar tidak sampai mengganggu kelangsungan industri lokal.

Baca juga :
Irwan Dituntut 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Sebut Fakta Sidang Diabaikan

"Kita support Ditjen ILMATE Kemenperin dalam menjaga marwah industri dalam negeri. Terhadap impor, kita juga berharap semua pihak bisa berperan serta menjaga kebutuhan bahan baku produsen lokal," ujar Wakil Ketua BPP GINSI Erwin Taufan, Rabu (8/4/2026).

Dia mengingatkan ditengah kondisi geopolitik dan perekonomian global yang tidak menentu saat ini imbas eskalasi perang di kawasan Timur Tengah saat ini, hendaknya Pemerintah dan stakeholders dapat terus melakukan penguatan industri domestiknya.

Baca juga :
Amin AK Respons Saham RI Keluar dari MSCI

Pasalnya, kata dia, harga sejumlah komoditi bahan baku seperti plastik, hasil turunan minyak bumi, obat-obatan maupun kosmetik juga ikut naik akibat meluasnya eskalasi perang tersebut.

"Saatnya kini kita memperkokoh keberlangsungan industri nasional dengan memastikan ketersediaan bahan bakunya," papar Taufan.

Baca juga :
Legislator Pertanyakan Kredibilitas BI Usai Rupiah Signifikan Melemah

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik(BPS) bahwa secara kumulatif, total nilai impor Indonesia sepanjang periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD 42,09 miliar atau naik 14,44 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Adapun penopang utama kenaikan impor pada awal tahun ini adalah sektor nonmigas yang terus tumbuh secara konsisten.

Lonjakan impor juga terjadi pada kategori barang modal yang melesat hingga 34,44 persen. Tren ini diikuti oleh kenaikan impor barang konsumsi sebesar 15,60 persen, serta bahan baku atau penolong yang meningkat 9,27 persen.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Dukung pemerintah Perkuat industri Erwin Taufan

Terkini | Selasa, 19/05/2026 09:10 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777