https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Inggris Izinkan AS Gunakan Pangkalan Militer untuk Gempur Situs Rudal Iran

Vaza Diva | Sabtu, 21/03/2026 11:30 WIB



Pemerintah Inggris resmi memperluas akses bagi militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan-pangkalan militer Inggris dalam operasi penargetan. Bendera AS dan Iran terlihat dalam ilustrasi ini (Foto: REUTERS)

London, Jurnas.com - Pemerintah Inggris resmi memperluas akses bagi militer Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan-pangkalan militer Inggris dalam operasi penargetan situs rudal Iran.

Keputusan strategis ini diambil guna melindungi jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang kian terancam oleh eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Downing Street mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini tercapai dalam pertemuan kabinet pada Jumat (20/3). Fokus utama operasi ini adalah melemahkan kemampuan rudal Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal dagang.

Baca juga :
Harga Minyak Mentah RI Melonjak Jadi USD117,31 per Barel

"Para menteri Kabinet mengonfirmasi bahwa kesepakatan bagi AS untuk menggunakan pangkalan-pangkalan Inggris dalam pertahanan diri kolektif kawasan tersebut mencakup operasi pertahanan AS untuk menurunkan kemampuan dan situs rudal yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz."

Inggris menekankan bahwa langkah ini merupakan bentuk pembelaan terhadap kapal-kapal berbendera Inggris (Red Ensign) serta aset mitra sekutu di Teluk.

Baca juga :
Trump Klaim Perdamaian dengan Iran Semakin Dekat

Meski keterlibatan logistik dan kinetik semakin dalam, Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan posisi London untuk tidak terseret ke dalam perang terbuka yang lebih luas.

"Meskipun mengambil tindakan yang diperlukan untuk membela diri dan sekutu kami, kami tidak akan terlibat dalam perang yang lebih luas," kata Perdana Menteri Inggris Starmer pada Senin.

Baca juga :
Penembakkan Islamic Center San Diego, Lima Orang Tewas

Keputusan ini memicu kritik tajam dari oposisi. Pemimpin Konservatif, Kemi Badenoch, menyebut langkah pemerintah sebagai perubahan haluan terbesar sepanjang masa, mengingat pada awal konflik akhir Februari lalu, Inggris sempat menolak memberikan akses pangkalan.

Situasi di Timur Tengah sendiri terus memburuk sejak serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari yang menewaskan sekitar 1.300 orang.

Sebagai balasan, Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital yang memasok 20 juta barel minyak per hari, yang kini memicu kekhawatiran krisis ekonomi global.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemerintah Inggris Amerika Serikat Rudal Iran Konflik Timur Tengah Amerika vs Iran

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777