https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kritik Presiden soal Program 3 Juta Rumah Jadi Alarm Koreksi Kebijakan

Samrut Lellolsima | Kamis, 19/03/2026 10:25 WIB



Rumah itu simbol kemerdekaan. Kalau pendekatannya terlalu komersial, kita berisiko melenceng dari tujuan utama. Wakil Menteri Perumahan, Fahri Hamzah. (Foto: Dok. Ist)

 

Jakarta, Jurnas.com - Kritik Presiden Prabowo Subianto terhadap pelaksanaan program pembangunan 3 juta rumah per tahun tak dipandang sebagai catatan biasa. Pemerintah justru membaca hal itu sebagai alarm keras untuk melakukan koreksi arah kebijakan.

Baca juga :
Prabowo Tinjau Langung KDMP di Nganjuk

Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menegaskan, kritik tersebut mencerminkan dorongan serius agar program perumahan kembali ke rel utamanya: ekonomi kerakyatan.

Di tengah ambisi besar menyediakan hunian layak secara masif, pelaksanaan program ini di lapangan dinilai belum sejalan dengan target. Bahkan, kritik datang langsung dari Presiden sendiri.

Baca juga :
Prabowo Minta TNI dan Polri Berbenah: Tidak Boleh Becking Macam-macam

“Sejak awal Presiden punya keinginan besar merealisasikan target 3 juta rumah per tahun. Tapi kritik yang muncul, termasuk dari Presiden, menunjukkan pelaksanaannya belum sesuai harapan,” kata Fahri dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Rabu malam (18/3).

Dia menilai, momentum ini harus dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Ia bahkan mendorong agar kebijakan perumahan dikembalikan ke fondasi pemikiran para tokoh ekonomi bangsa seperti Mohammad Hatta, Margono Djojohadikusumo, dan Sumitro Djojohadikusumo.

Baca juga :
Legislator PDIP Dorong Satu Data Indonesia untuk Pangkas Izin Investasi

Menurutnya, ketiga tokoh tersebut menempatkan rumah bukan sebagai komoditas pasar semata, melainkan bagian dari martabat manusia dan hak dasar warga negara.

“Rumah itu simbol kemerdekaan. Kalau pendekatannya terlalu komersial, kita berisiko melenceng dari tujuan utama,” tegasnya.

Fahri juga menyinggung praktik di sejumlah negara seperti Singapura, Malaysia, hingga kawasan Skandinavia yang menunjukkan kuatnya peran negara dalam penyediaan hunian rakyat.

Baginya, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari jumlah unit yang dibangun, tapi sejauh mana dampaknya terhadap kualitas hidup masyarakat.

“Kita tidak sekadar membangun rumah untuk dijual. Yang kita bangun itu peradaban, kemartabatan, dan jaminan hak dasar manusia,” lanjutnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka menyoroti lambannya progres program 3 juta rumah. Ia bahkan mempertanyakan langsung kinerja di lapangan kepada Ketua Satgas Perumahan, Hashim Djojohadikusumo.

“Kenapa program perumahan agak lambat?” tanya Prabowo.

Presiden juga melihat adanya kesenjangan antara target ambisius dengan capaian aktual. Selain itu, kinerja birokrasi dinilai masih menjadi hambatan utama.

Program ini tersendat oleh persoalan kelembagaan dan birokrasi yang belum matang, termasuk Kementerian Perumahan yang masih relatif baru dan belum optimal dalam menjalankan fungsi percepatan.

Situasi ini secara tidak langsung menunjukkan bahwa pekerjaan rumah pemerintah bukan hanya membangun rumah, tapi juga membenahi mesin kebijakan agar bisa bergerak lebih cepat dan tepat sasaran.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Wamen PKP Fahri Hamzah program 3 juta rumah Prabowo Subianto ekonomi kerakyatan

Terkini | Rabu, 20/05/2026 10:54 WIB

News

Puan Buka Paripurna Bahas Kebijakan Fiskal 2027, Presiden dan Wapres Hadir

News

Misbakhun Sebut KEM-PPKF Disampaikan Prabowo jadi Tradisi Baru

Humanika

4 Pertanyaan di Yaumul Hisab yang Wajib Diketahui Setiap Muslim

News

Legislator PKB Sarankan Prabowo Tempuh Jalur BoP untuk Bebaskan Jurnalis RI

News

KPK Limpahkan Dua Perkara Korupsi Sudewo ke Penuntutan

News

Jelang Tahun Ajaran Baru, Mensos Minta Tata Kelola Sekolah Rakyat Diperkuat

Gaya Hidup

Ini Sejarah dan Makna dari Peringatan Hari Lebah Sedunia Setiap 20 Mei

News

Misbakhun Soroti ADK Ex Officio LPS: Jangan Sekadar Datang, Duduk, Diam

News

Baleg DPR Kaji Tumpang Tindih Penentuan Kerugian Negara di Kasus Korupsi

News

Misbakhun Tegaskan Penyesuaian Tugas DK LPS Wajib Dikonsultasikan ke DPR

News

Wamensos Pastikan Renovasi Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Mulai Jalan

Humanika

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional Setiap 20 Mei, Ini Sejarahnya

News

Menhaj Bertolak ke Saudi Pimpin Amirulhaj, Pastikan Layanan Jemaah Terkawal

Gaya Hidup

Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta Terburuk Keempat di Dunia

Humanika

Mengapa Nobar Film Pesta Babi Sering Dibubarkan? Ini Sederet Alasannya

Humanika

Begini Pola Hidup Sehat yang Diajarkan Rasulullah

Humanika

Apa Penyebab Dam saat Haji dan Cara Membayarnya?

Olahraga

Valentino Rossi Ingin Pertahankan 1 Rider Italia untuk Timnya di 2027

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777