https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

PBB: 36.000 Warga Palestina Diusir dari Tepi Barat dalam Setahun

Mutiul Alim | Selasa, 17/03/2026 19:55 WIB



Kantor Hak Asasi Manusia PBB melaporkan bahwa terdapat lebih dari 36.000 warga Palestina kehilangan tempat tinggal di Tepi Barat dalam satu tahun terakhir. Bendera Israel berkibar, sementara sebagian permukiman Israel di Maale Adumim terlihat di latar belakang, di Tepi Barat yang diduduki Israel, 14 Agustus 2025. REUTERS

Jenewa, Jurnas.com - Kantor Hak Asasi Manusia PBB melaporkan bahwa terdapat lebih dari 36.000 warga Palestina kehilangan tempat tinggal di Tepi Barat dalam satu tahun terakhir. PBB juga mendesak Israel menghentikan ekspansi pemukimannya.

Selama periode 12 bulan hingga 31 Oktober 2025, PBB memperingatkan bahwa perluasan pemukiman ilegal Israel yang semakin cepat dan aneksasi sebagian besar wilayah Tepi Barat mendorong pengusiran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Pengungsian lebih dari 36.000 warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki merupakan pengusiran massal warga Palestina dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang merupakan pemindahan ilegal yang dilarang berdasarkan hukum humaniter internasional," kata laporan itu dikutip dari AFP pada Selasa (17/3).

Baca juga :
Perundingan AS vs Iran Terhambat Masalah Kepercayaan, China Diminta Tengahi

Bersamaan dengan "pengungsian besar-besaran warga Palestina di Gaza," hal itu "tampaknya menunjukkan kebijakan Israel yang terkoordinasi untuk pemindahan paksa massal di seluruh wilayah yang diduduki, yang bertujuan untuk pengungsian permanen, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan pembersihan etnis."

Laporan tersebut menunjuk pada kemajuan atau persetujuan oleh otoritas Israel atas 36.973 unit perumahan di permukiman di Yerusalem Timur yang diduduki, dan sekitar 27.200 di wilayah Tepi Barat lainnya.

Baca juga :
Mendagri Pakistan Kunjungi Iran, Bahas Stabilitas Regional

"Sebanyak 84 pos terdepan permukiman didirikan di seluruh Tepi Barat yang diduduki, sehingga jumlah totalnya menjadi lebih dari 300," laporan itu menambahkan.

Selain sekitar tiga juta warga Palestina, lebih dari 500.000 warga Israel tinggal di permukiman dan pos terdepan di Tepi Barat, yang ilegal menurut hukum internasional.

Baca juga :
Trump Akhiri Kunjungan ke China, Ini Hasil Pertemuannya

Kekerasan di Tepi Barat, yang telah diduduki Israel sejak 1967, telah meningkat tajam sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel yang memicu perang Gaza.

Otoritas Palestina dan Perserikatan Bangsa-Bangsa juga mengatakan bahwa terjadi peningkatan serangan mematikan oleh pemukim Israel di Tepi Barat sejak dimulainya perang Iran, dengan setidaknya enam warga Palestina tewas sejak awal Maret.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tepi Barat Palestina Konflik Timur Tengah Pengusiran Paksa Israel

Terkini | Rabu, 24/06/2026 23:00 WIB

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777