https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Aktivitas Hizbullah Bikin Lebanon Terseret Perang Israel vs Iran

Mutiul Alim | Selasa, 03/03/2026 20:42 WIB



Lebanon semakin terseret ke dalam pusaran perang Timur Tengah, usai kelompok Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan rudal ke Israel dua hari berturut-turut Rudal Israel menghantam gedung di Beirut, Lebanon (Foto: Reuters)

Beirut, Jurnas.com - Lebanon semakin terseret ke dalam pusaran perang Timur Tengah, usai kelompok Hizbullah yang didukung Iran meluncurkan rudal ke Israel untuk hari kedua berturut-turut, sementara Israel mengirim pasukan ke wilayah selatan dan melakukan gelombang serangan udara.

Sebagai negara tetangga Israel di utara dan lokasi berbagai konflik antara Israel dan Hizbullah, Lebanon sebelumnya berhasil menghindari dampak langsung serangan AS–Israel terhadap Iran hingga Senin, saat Hizbullah mulai menembakkan drone dan rudal.

Dengan puluhan orang tewas akibat serangan udara balasan, langkah Hizbullah masuk ke konflik memperuncing perpecahan lama di Lebanon terkait statusnya sebagai kelompok bersenjata, satu-satunya faksi Lebanon yang tetap mempertahankan senjata setelah perang saudara 1975–1990.

Baca juga :
Israel Hibahkan Iron Dome ke UEA untuk Hadapi Rudal Iran

Pemerintah Lebanon pada Senin (2/3) kemarin mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan melarang aktivitas militer Hizbullah. Surat kabar pro-Hizbullah Al-Akhbar pada Selasa (3/3) mengecam keputusan itu sebagai “kapitulasi terhadap tekanan, yang bahkan dapat memicu pecahnya perang saudara”.

Dikutip dari Reuters, kepulan asap tampak membumbung dari pinggiran selatan Beirut yang dikuasai Hizbullah ketika Israel melancarkan serangan udara baru.

Baca juga :
Netanyahu Kritik Sindiran Erdogan soal Gencatan Senjata Iran

Ribuan warga Lebanon telah melarikan diri dari rumah mereka di wilayah yang sebelumnya menjadi medan perang besar antara Israel dan Hizbullah pada 2024. Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan bahwa hingga Senin, sekitar 29.000 orang, termasuk 9.000 anak-anak, telah mengungsi.

Militer Israel menyatakan telah mengerahkan pasukan tambahan ke Lebanon selatan semalam, dengan alasan untuk menempati posisi defensif guna mengantisipasi kemungkinan serangan Hizbullah.

Baca juga :
Cegah Kehancuran Seperti Gaza, Presiden Lebanon Ajak Israel Berunding

"Kami hanya berada di area garis perbatasan dalam posisi defensif untuk mencegah serangan terhadap warga sipil dan titik-titik yang sangat strategis," kata Letnan Kolonel Nadav Shoshani.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa dia telah mengizinkan militer untuk maju dan mengambil alih posisi tambahan. Sejak Senin malam, militer Israel juga memerintahkan penduduk di seluruh jalur perbatasan Lebanon selatan untuk mengungsi.

Seorang sumber keamanan Lebanon mengatakan pasukan Israel melakukan penyusupan di beberapa bagian perbatasan. Para saksi menyebut tentara Lebanon telah mundur dari sedikitnya tujuh posisi garis depan di sepanjang perbatasan.

Israel tetap menempatkan sebagian pasukannya di selatan pada sejumlah posisi perbukitan setelah gencatan senjata dalam perang 2024.

Wilayah selatan, yang mayoritas penduduknya Muslim Syiah, telah lama menjadi basis utama Hizbollah, tempat kelompok itu memperoleh dukungan politik dan menempatkan persenjataan menjelang konflik 2024.

Tentara Lebanon kemudian memasuki wilayah tersebut dan menyita gudang senjata sejak konflik itu, yang membuat Hizbullah melemah signifikan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Lebanon perang Israel Perang Israel vs Iran Eskalasi Timur Tengah

Terkini | Sabtu, 27/06/2026 22:14 WIB

Humanika

Asal Usul Jakarta: Dari Sunda Kelapa, Jayakarta, hingga Jadi Ibu Kota

News

Rosan Ajak Perguruan Tinggi Implementasikan Riset ke Industri Hilirisasi

Gaya Hidup

Ini 9 Hal Paling Identik dengan Jakarta, Nomor 6 Sulit Dipisahkan

Gaya Hidup

Studi Ungkap Badai Matahari Bisa Ubah Cuaca Bumi dalam Hitungan Jam

Gaya Hidup

Jejak Purba di Indonesia Ungkap Kemungkinan Baru Asal-usul Homo Sapiens

News

Kemenhut Gagalkan Upaya Penyelundupan Satwa Liar ke Oman

News

Menteri PPPA Kecam Penyiksaan Balita, Desak Penegakan Hukum-Pemulihan Korba

News

Mentrans Sebut Transmigrasi Patriot Diikuti Pendaftar dari Kampus Dunia

News

Menteri ESDM Beberkan Strategi Ketahanan Energi di Hadapan Akademisi

News

Wamenaker: Perjanjian Kerja Bersama Cerminkan Hubungan Industrial yang Seha

News

Menteri ESDM Jamin Cadangan BBM Aman, Harga Subsidi Tidak Naik

Warta MPR

Eddy Soeparno: Presiden Tegaskan Komitmen Transisi Energi dan Aksi Iklim

News

MUI Dorong Indonesia Jadi Jembatan Perdamaian Dunia di Era Multipolar

News

MUI Gelar FGD Pra-Kongres, Bahas Penguatan Umat dan Kedaulatan Bangsa

News

Tiga Negara Teken Kerangka Kerja Kesepakatan Akhiri Konflik Lebanon

Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Panama

News

Adopsi Konvensi ILO, Menaker Siapkan Regulasi Pekerja Platform Digital

Ototekno

Hamilton Bidik Gelar Juara Dunia Bersama Ferrari

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777