https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Perang Badar, Pertempuran Dahsyat di Bulan Puasa yang Mengubah Sejarah

Agus Mughni | Sabtu, 28/02/2026 20:19 WIB



Perang Badar bukan sekadar peristiwa militer, melainkan momentum spiritual dan politik yang mengubah arah sejarah Islam Ilustrasi perang badar pada 17 Ramadan.

Jakarta, Jurnas.com - Perang Badar bukan sekadar peristiwa militer, melainkan momentum spiritual dan politik yang mengubah arah sejarah Islam. Terjadi pada 17 Ramadan tahun 2 Hijriah atau sekitar Maret 624 M, pertempuran ini mempertemukan 313 kaum Muslimin melawan lebih dari 1.000 pasukan Quraisy dalam kondisi yang jauh dari seimbang.

Perang ini berlangsung di kawasan Badar, sekitar 130 kilometer dari Madinah, tepat di jalur strategis perdagangan antara Makkah dan Syam. Nama “Badar” sendiri merujuk pada sumber mata air di wilayah tersebut, yang kemudian menjadi titik kunci strategi pertempuran.

Dikutip dari berbagai sumber, konflik tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan akumulasi tekanan panjang terhadap umat Islam sejak di Makkah. Pengusiran, penyitaan harta, hingga ancaman fisik terus berlangsung bahkan setelah hijrah ke Madinah.

Baca juga :
Deretan Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat, Apa Saja?

Awalnya, kaum Muslimin berniat menghadang kafilah dagang Quraisy yang dipimpin Abu Sufyan. Namun perubahan rute kafilah memicu konfrontasi langsung dengan pasukan utama Quraisy yang dipimpin Abu Jahal.

Secara militer, kekuatan kedua kubu timpang. Pasukan Muslim hanya memiliki 8 pedang, 6 baju perang, sekitar 70 unta, dan 2 kuda, sedangkan Quraisy datang dengan 1.000 prajurit, 700 unta, 300 kuda, dan ratusan perlengkapan perang lengkap.

Baca juga :
Sejarah Haji dan Kisah Siti Hajar di Tanah Suci

Melihat ketimpangan itu, Nabi Muhammad SAW memanjatkan doa penuh harap. “Ya Allah, jika pasukan ini binasa, maka tidak akan ada lagi yang menyembah-Mu di muka bumi,” demikian doa beliau yang diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad, termasuk dalam berbagai sumber sirah.

Al-Qur’an kemudian merekam peristiwa ini dalam Surah Ali Imran ayat 123–126 serta Surah Al-Anfal ayat 9–10, yang menyebut turunnya bantuan malaikat sebagai penguat hati kaum beriman. “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah,” bunyi salah satu ayat tersebut.

Baca juga :
Asal Usul dan Sejarah Penamaan Bulan Dzulhijjah

Strategi menjadi faktor penentu kemenangan. Atas usulan Al-Khubab bin al-Mundzir, pasukan Muslim menguasai sumber air Badar, memutus logistik lawan, dan membangun posisi pertahanan yang lebih menguntungkan.

Pertempuran diawali duel satu lawan satu yang mempertemukan Hamzah bin Abdul Muttalib, Ali bin Abi Thalib, dan Ubaidah bin Al-Harith melawan tiga tokoh Quraisy, yakni Utbah, Syaibah, dan Walid bin Utbah. Kemenangan kaum Muslimin dalam duel pembuka mengguncang moral pasukan Quraisy sebelum pertempuran besar meletus.

Formasi pasukan disusun rapat dan disiplin, sementara serangan diawali dengan hujan anak panah sebelum pertempuran jarak dekat dimulai. Hingga tengah hari, sekitar 70 pasukan Quraisy tewas termasuk Abu Jahal, dan 70 lainnya ditawan.

Sebaliknya, korban dari pihak Muslim tercatat 14 orang yang gugur sebagai syuhada. Kemenangan ini menjadi titik balik besar, mengangkat posisi Madinah sebagai kekuatan politik dan militer baru di Jazirah Arab.

Lebih dari sekadar kemenangan fisik, Perang Badar menjadi simbol bahwa keteguhan iman, disiplin strategi, dan kepemimpinan visioner mampu mengalahkan superioritas jumlah dan perlengkapan. Di bulan Ramadan, saat umat Islam menahan lapar dan dahaga, sejarah mencatat sebuah pertempuran dahsyat yang justru melahirkan kebangkitan.

Peristiwa yang dikenal sebagai Ghazwah Badr al-Kubra ini kemudian dikenang sebagai “kemenangan agung” yang meneguhkan eksistensi Islam di tengah tekanan eksternal. Dari padang pasir Badar, lahir babak baru peradaban yang kelak mengubah wajah sejarah dunia. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Badar Pertempuran Dahsyat Bulan Ramadan Sejarah Islam

Terkini | Minggu, 02/08/2026 19:54 WIB

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777