https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Badar 17 Ramadan, Pertempuran Pertama dalam Sejarah Islam

Muhammad Habib Saifullah | Sabtu, 28/02/2026 17:01 WIB



Perang Badar merupakan pertempuran besar pertama yang dihadapi komunitas Muslim setelah hijrah ke Madinah. Ilustrasi perang badar pada 17 Ramadan.

Jakarta, Jurnas.com - Awal kisahnya bermula di Madinah pada tahun kedua Hijriah. Kota itu baru beberapa waktu menjadi tempat tinggal kaum Muslim setelah mereka meninggalkan Mekah.

Kehidupan mulai tertata, tetapi hubungan dengan Quraisy Mekah masih tegang. Harta kaum Muslim yang ditinggalkan di Mekah banyak yang disita, sementara tekanan politik terus berlangsung.

Suatu ketika datang kabar bahwa sebuah kafilah dagang besar Quraisy dipimpin Abu Sufyan sedang kembali dari Syam menuju Mekah. Jalur perdagangannya melewati dekat wilayah Madinah.

Baca juga :
Deretan Peristiwa Besar yang Terjadi di Hari Jumat, Apa Saja?

Nabi Muhammad bersama para sahabat kemudian berangkat dengan rombongan kecil untuk memantau pergerakan kafilah tersebut. Jumlah mereka sekitar tiga ratus orang, dengan perlengkapan terbatas.

Kafilah Quraisy ternyata mengetahui rencana itu. Abu Sufyan mengubah rute perjalanan dan mengirim pesan darurat ke Mekah. Quraisy segera menyiapkan pasukan besar. Sekitar seribu orang berangkat menuju utara untuk melindungi kafilah sekaligus menunjukkan kekuatan mereka.

Baca juga :
Sejarah Haji dan Kisah Siti Hajar di Tanah Suci

Berita pergerakan pasukan Quraisy sampai ke rombongan kaum Muslim. Situasi berubah. Perjalanan yang semula hanya pengintaian kini berpotensi menjadi pertempuran.

Nabi Muhammad kemudian bermusyawarah dengan para sahabat. Mereka menyadari jumlah lawan jauh lebih besar, tetapi akhirnya sepakat tetap bertahan.

Baca juga :
Asal Usul dan Sejarah Penamaan Bulan Dzulhijjah

Rombongan kaum Muslim bergerak menuju sebuah lembah bernama Badar, kawasan yang memiliki sumber air. Mereka tiba lebih dahulu dan menempati posisi strategis di dekat sumur.

Malam sebelum pertempuran dipenuhi kecemasan. Dalam riwayat sejarah, Nabi Muhammad berdoa dengan sungguh-sungguh, sementara sebagian sahabat berjaga.

Pagi 17 Ramadan 2 Hijriah, dua pasukan berhadapan. Pertempuran diawali duel beberapa orang dari masing-masing pihak, sebagaimana tradisi peperangan Arab saat itu. Setelah itu pertempuran terbuka terjadi. Debu padang pasir berterbangan, suara benturan senjata memenuhi lembah.

Meskipun jumlahnya jauh lebih sedikit, barisan kaum Muslim tetap bertahan. Pertempuran berlangsung tidak terlalu lama. Secara bertahap pasukan Quraisy mundur dan akhirnya meninggalkan medan Badar.

Setelah pertempuran usai, kaum Muslim kembali ke Madinah. Peristiwa ini menjadi titik penting dalam sejarah komunitas Madinah. Badar mengubah posisi politik mereka di Jazirah Arab dan meningkatkan kepercayaan diri masyarakat yang baru terbentuk.

Sejak saat itu, Badar dikenang bukan hanya sebagai lokasi pertempuran, tetapi sebagai momen penting dalam sejarah awal Islam.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Perang Badar Bulan Ramadan Kisah Nabi Sejarah Islam

Terkini | Minggu, 02/08/2026 19:54 WIB

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777