https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Nabi yang Pertama Kali Melaksanakan Ibadah Puasa, Siapa Dia?

Vaza Diva | Jum'at, 27/02/2026 12:01 WIB



Puasa bukanlah ibadah yang hanya dikenal pada masa Nabi Muhammad SAW. Ilusrasi - Ini Nabi yang pertama kali melaksanakan ibadan puasa (Foto: Islami)

Jakarta, Jurnas.com - Puasa bukanlah ibadah yang hanya dikenal pada masa Nabi Muhammad SAW.

Al-Qur`an menegaskan bahwa kewajiban tersebut telah diberlakukan kepada umat-umat sebelum Islam. Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa puasa merupakan ibadah lintas generasi. Ia bukan syariat baru, melainkan kelanjutan dari praktik ibadah para nabi terdahulu yang bertujuan membentuk ketakwaan.

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Dalam literatur tafsir dan atsar para sahabat, sebagian ulama menyebut Nabi Adam ‘alaihissalam sebagai manusia pertama yang menjalankan puasa.

Dikisahkan beliau berpuasa tiga hari setiap bulan yang kemudian dikenal sebagai puasa Ayyamul Bidh, yakni tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriyah. Riwayat ini memang tidak seluruhnya memiliki sanad yang kuat, namun banyak dijadikan rujukan dalam pembahasan sejarah ibadah.

Baca juga :
Ini Surat di Al-Qur`an yang Dianjurkan Dibaca pada Hari Jumat

Selain itu terdapat hadis sahih yang menjelaskan puasa paling utama adalah puasa Nabi Dawud ‘alaihissalam. Rasulullah SAW bersabda:

أَحَبُّ الصِّيَامِ إِلَى اللَّهِ صِيَامُ دَاوُدَ، كَانَ يَصُومُ يَوْمًا وَيُفْطِرُ يَوْمًا

Artinya: “Puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Dawud; beliau berpuasa sehari dan berbuka sehari.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW telah mengenal ibadah puasa dalam berbagai bentuk. Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi latihan kesabaran, pengendalian diri, serta sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dalam perjalanan kenabian, puasa selalu memiliki dimensi spiritual yang dalam. Para nabi menjadikannya sebagai media penyucian jiwa dan pendidikan bagi umatnya.

Karena itu, ketika syariat puasa Ramadan diwajibkan kepada umat Islam, ia sebenarnya melanjutkan tradisi ibadah yang telah berlangsung sejak masa awal manusia.

Memang tidak terdapat dalil sahih dengan sanad tegas yang menyebut Nabi Adam sebagai nabi pertama yang berpuasa. Namun karena beliau adalah manusia pertama yang menerima perintah Allah, banyak ulama memahami bahwa praktik ibadah, termasuk puasa, telah dikenal sejak masa tersebut.

Memahami sejarah puasa para nabi memberi makna lebih dalam bagi seorang Muslim. Saat berpuasa, seorang mukmin sesungguhnya sedang menapaki jejak panjang para utusan Allah, dari Nabi Adam hingga Nabi Muhammad SAW.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Melaksanakan Puasa Bulan Ramadan Sejarah Islam

Terpopuler

Kamis, 11/06/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

Peringatan Hari Bermain Sedunia, Ini Sejarah dan Tujuannya

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Jum'at, 12/06/2026 03:03 WIB
Olahraga

Jadwal Resmi Pertandingan Persib Bandung di ACC 2026/27

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777