https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Komisi VII Apresiasi Sekolah Pariwisata Swasta

Sundari | Rabu, 11/02/2026 09:28 WIB



Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu mengapresiasi kualitas pendidikan dan tata kelola Batam Tourism Polytechnic. Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI Bane Raja Manalu mengapresiasi kualitas pendidikan dan tata kelola Batam Tourism Polytechnic yang dinilainya mampu menyiapkan lulusan siap kerja serta relevan dengan kebutuhan industri pariwisata.

Kata Bane, penilaian tersebut didasarkan pada kinerja institusi yang dinilai unggul dari sisi fasilitas, kurikulum, hingga keterhubungan dengan dunia usaha dan industri atau biasa disebut sebagai co-creation curriculum.

“Dari yang kami lihat, ini luar biasa. Fasilitasnya sangat baik, kurikulumnya juga mampu menyesuaikan dengan kebutuhan industri. Ini praktik yang sangat bagus dan patut dipelajari,” ujar Bane saat ditemui di Batam Tourism Polytechnic, Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (10/2).

Baca juga :
Komisi VII Soroti Pengembangan KEK Kura-kura Bali

Ia menegaskan bahwa tidak ada salahnya jika Kementerian Pariwisata maupun politeknik pariwisata yang dikelola pemerintah belajar dari praktik baik yang diterapkan lembaga pendidikan swasta. Menurutnya, tujuan utama pendirian lembaga pendidikan adalah memastikan lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga benar-benar terserap oleh dunia industri.

Bane juga menyoroti keberhasilan politeknik tersebut dalam menjamin zero unemployment bagi lulusannya. Meski biaya pendidikan tergolong tinggi, jelasnya, hal itu dinilai sebagai investasi yang sepadan karena seluruh lulusan dipastikan memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri dan langsung bekerja setelah lulus.

Baca juga :
Legislator PKB Harapkan Apple Perluas Investasi di Indonesia

Ia menyebutkan sekitar 60 persen lulusan terserap di dalam negeri, sementara sisanya bekerja di berbagai negara. Baginya, capaian ini jauh lebih baik dibandingkan tingkat serapan lulusan politeknik pariwisata yang berada di bawah Kementerian Pariwisata, yang saat ini masih berkisar maksimal 60 persen.

“Ini yang harus dipelajari. Tidak perlu malu belajar dari swasta. Mereka berhasil karena memiliki jejaring industri yang kuat dan kurikulum yang selalu disesuaikan dengan kebutuhan dunia usaha,” tegas politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Baca juga :
Komisi VII Apresiasi Pemerintah Berhasil Jaga Stok BBM

Lebih lanjut, Bane mengingatkan pentingnya pembaruan kurikulum secara berkala agar tidak tertinggal dari dinamika industri pariwisata yang terus berkembang. Ia menilai lembaga pendidikan pariwisata harus responsif terhadap perubahan agar lulusan yang dihasilkan tetap relevan dan kompetitif.

“Industri pariwisata sangat dinamis. Jangan sampai kebutuhan industri sudah jauh berkembang, tapi yang diajarkan masih kurikulum lama. Penyesuaian ini menjadi kunci,” tutup Bane.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Komisi VII DPR Bane Raja Manalu Sekolah Pariwisata Swasta

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777