https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kenapa Warna Merah Mendominasi Dekorasi Tahun Baru Imlek?

Agus Mughni | Selasa, 10/02/2026 14:31 WIB



Kenapa dekorasi Imlek selalu merah? Simak sejarah, legenda Nian, dan makna filosofi warna merah yang melambangkan keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan Ilustrasi - Warna merah dominasi dekorasi perayaan Tahun Baru Imlek (Foto: Pexels/HONG SON)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap Tahun Baru Imlek, warna merah selalu mendominasi dekorasi. Dari lampion, angpau, hiasan dinding, hingga pakaian, merah menciptakan suasana meriah sekaligus sarat makna budaya.

Tahun Baru Imlek 2026 /2577 Kongzili jatuh pada tanggal 17 Februari 2026. Dalam siklus astrologi Tiongkok yang berputar setiap 60 tahun (Jiazi), tahun 2026 menandai kembalinya tahun Kuda Api (Fire Horse atau Bing Wu). Seperti biasa, warna merah akan mendominasi perayaan. Tapi, apa sebenarnya makna di balik tradisi ini?

Dikutip dari berbagai sumber, asal-usul tradisi ini berakar dari legenda kuno tentang Nian, makhluk buas yang muncul setiap awal tahun untuk menyerang desa. Penduduk percaya Nian takut pada suara keras, cahaya terang, dan warna merah, sehingga mereka menghias rumah dengan kain merah dan menyalakan petasan untuk mengusirnya.

Baca juga :
Presiden Taiwan Kena Cipratan Muntahan Kepala Kuil saat Perayaan Imlek

Sejak saat itu, merah menjadi simbol perlindungan dan keberanian. Tradisi ini diwariskan secara turun-temurun, menjadikan warna merah sebagai ikon utama perayaan Imlek.

Lebih dari sekadar perlindungan, merah memiliki makna filosofis yang dalam. Dalam budaya Tionghoa, merah melambangkan kebahagiaan, keberuntungan, dan kemakmuran, sekaligus energi positif yang diyakini dapat mengusir roh jahat dan membawa keseimbangan hidup.

Baca juga :
Indahnya Keberagaman! Momen Perayaan Imlek dan Ramadan di Bundaran HI

Tradisi angpau merah menegaskan filosofi ini. Amplop berisi uang bukan hanya simbol rezeki, tetapi juga doa dan harapan baik bagi penerimanya. Lampion dan hiasan dinding pun dipasang untuk menerangi harapan dan semangat di tahun baru.

Warna merah juga hadir dalam pakaian, memperkuat simbol semangat dan kebersamaan keluarga. Bahkan di era modern, merah tetap relevan, mencerminkan solidaritas, kegembiraan, dan identitas budaya yang kuat.

Baca juga :
Libur Imlek, Penumpang Whoosh Melonjak hingga 25 Persen

Dengan demikian, dominasi warna merah di Imlek bukan sekadar estetika. Dari legenda Nian hingga simbol kebahagiaan, perlindungan, dan kemakmuran, merah tetap menjadi inti yang memberi identitas, makna, dan keberuntungan dalam setiap perayaan Tahun Baru Imlek. (*)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Tahun Baru Imlek Warna Merah Dekorasi Imlek Kuda Api Perayaan Imlek

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777