https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Selain Macan Tutul Jawa, Ini Ragam Satwa Langka Penghuni Gunung Sanggabuana

Agus Mughni | Jum'at, 30/01/2026 09:08 WIB



Gunung Sanggabuana yang membentang di Kabupaten Karawang dan Bogor, Jawa Barat, dikenal sebagai rumah bagi macan tutul Jawa yang terancam punah Macan tutul Jawa di Sanggabuana terpantau kamera (Foto: Conservation International/BBKSDA Jawa Barat/Rawayan via Mongabay)

Jakarta, Jurnas.com - Gunung Sanggabuana yang membentang di Kabupaten Karawang dan Bogor, Jawa Barat, dikenal sebagai rumah bagi macan tutul Jawa yang terancam punah. Namun, keanekaragaman satwa di gunung setinggi 1.291 mdpl ini jauh lebih luas dan menarik untuk dikenali.

Belakangan ini, Gunung Sanggabuana, kembali menjadi sorotan setelah viralnya video seekor macan tutul Jawa terluka diduga akibat perburuan. Gunung ini merupakan yang tertinggi dan satu-satunya di Karawang, sekaligus berada di perbatasan empat kabupaten: Karawang, Purwakarta, Cianjur, dan Bogor.

Dikutip dari Mongabay, Detik Jabar, dan berbagai sumber lainnya, hutan Sanggabuana menyimpan primata endemik seperti owa Jawa dan surili Jawa. Primata ini memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan, terutama melalui penyebaran biji buah. Ada juga kucing hutan.

Baca juga :
Ini Alasan Gunung Papandayan Cocok untuk Pendaki Pemula

Tak hanya primata, Elang Jawa juga menghuni kawasan ini. Burung pemangsa ini merupakan simbol nasional yang hanya ada di Pulau Jawa, termasuk di Gunung Sanggabuana, dan statusnya kini terancam punah (Endangered).

Amfibi unik seperti katak tanduk Jawa (Megophrys montana) juga ditemukan di kawasan dataran menengah hingga tinggi. Dengan kemampuan kamuflase tinggi, katak ini nyaris tak terlihat di antara dedaunan kering, menunjukkan betapa rapuhnya ekosistem yang mereka huni.

Baca juga :
Legenda Curug Siliwangi dan Pesona Gunung Puntang di Bandung Selatan

Ular naga Jawa (Xenodermus javanicus) menambah daftar fauna eksotis di Sanggabuana. Mitos tentang “naga” ternyata nyata, dengan ciri khas sisik kasar dan duri di punggung, sekaligus menjadi indikator kesehatan lingkungan yang masih alami.

Selain satwa besar dan eksotis, gunung ini juga menjadi rumah bagi burung kecil predator seperti alap-alap capung. Meski ukurannya mungil, raptor ini memegang peran penting dalam rantai makanan hutan, memangsa serangga dan menjaga populasi serangga tetap seimbang.

Baca juga :
Kang Dedi Imbau Bobotoh Tak Euforia Berlebih Usai Persib Menang

Selain itu, Julang emas juga sempat terpantau di hutan Sanggabuana. Ada juga kupu-kupu raja helena atau Troides helena yang dilindungi.

Keanekaragaman fauna ini menegaskan pentingnya perlindungan kawasan Sanggabuana. Saat ini, hutan masih berstatus produksi, namun usulan menjadi hutan lindung atau taman nasional telah diusulkan agar flora dan fauna langka terus lestari.

Gunung Sanggabuana bukan sekadar destinasi wisata, sejarah, pendakian, tapi juga laboratorium alam bagi konservasi dan penelitian satwa endemik. Dari macan tutul hingga katak tanduk, setiap makhluk di sini menunjukkan betapa berharganya ekosistem yang tersisa di Jawa Barat, dan sekitarnya. (*)

 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gunung Sanggabuana Jawa Barat Kabupaten Karawang Satwa Langka

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Sabtu, 13/06/2026 17:05 WIB
Olahraga

Prediksi Susunan Starting XI Timnas Brasil vs Maroko

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777