https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Legislator PKB Desak Evaluasi Total Sektor Penerbangan

Samrut Lellolsima | Senin, 19/01/2026 13:32 WIB



Harus ada lnagkah antisipatif guna mencegah terjadinya kejadian serupa ke depan. Pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak ditemukan di Puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Foto: Antara)

Jakarta, Jurnas.com - Evaluasi total terhadap sektor penerbangan harus segera dilakukan. Hal tersebut menyusul persitiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. 

Anggota Komisi V DPR RI, Syafiuddin, menegaskan, evaluasi dinilai penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Baca juga :
Komisi IX DPR Desak Evaluasi Sistem UKOM Calon Dokter

Menurutnya, negara harus hadir melalui langkah-langkah antisipatif yang kuat, terutama dengan memperkuat peran dan koordinasi antar-lembaga yang terlibat langsung dalam keselamatan penerbangan.

“Kami ada perbaikan-perbaikan terhadap leading sektornya, baik itu kementerian perhubungan dan lain-lain. Harus ada lnagkah antisipatif guna mencegah terjadinya kejadian serupa kedepan,” ujar Syafiuddin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (19/1). 

Baca juga :
DPR Minta Alokasi Anggaran Pembenahan Keselamatan Kereta Jadi Prioritas

Politikus PKB ini menyoroti peran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dinilai harus lebih proaktif dalam mitigasi cuaca ekstrem, khususnya yang berdampak langsung terhadap penerbangan.

Ia menilai informasi cuaca harus benar-benar terintegrasi dalam pengambilan keputusan operasional penerbangan.

Baca juga :
Komisi V: Keselamatan di Perlintasan Sebidang Harus Jadi Prioritas

Selain BMKG, ia juga menekankan adanya evaluasi terhadap Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta seluruh unsur yang terlibat dalam ekosistem penerbangan. Utamanya, Komisi V akan meminta penjelasan terkair koordinasi lintas sektor dalam mencegah kecelakaan akibat faktor alam.

“Koordinasi antar sektor ini penting sebagai mitgasi. Apalagi dalam lingkup penerbangan dan ditengah cuaca-cuaca ekstrem yang memang kerap menjadi tantangan di dunia penerbangan," tegasnya. 

Dia berpendapat, selama ini koordinasi antar-lembaga penerbangan masih lemah dan cenderung berjalan sendiri-sendiri. Kondisi tersebut dinilainya berpotensi memperbesar risiko kecelakaan, terutama di wilayah dengan karakteristik cuaca ekstrem.

“Jadi, mitigasi harus ada agar kecelakaan-kecelakaan yang ini. Kami di Komisi V dalam waktu dekat akan memanggil pihak terkait untuk menjalankan pengawasan agar arus transportasi udara ini lebih baik lagi,” demikian Syafiuddin.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi V Syafiuddin PKB evaluasi total sektor penerbangan pesawat ATR

Terpopuler

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

Sabtu, 04/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Paraguay

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777