https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Pilkada Melalui DPRD Ditolak Masyarakat Karena Bayangan Orde Baru

Samrut Lellolsima | Kamis, 08/01/2026 22:15 WIB



Kalaupun nanti ada perubahan desain pilkada, kita akan melibatkan semaksimal mungkin partisipasi publik dalam pilkada tidak langsung. Sekjen DPP Partai Golkar, Sarmuji. (Foto: Dok. Golkarpedia)

 

Jakarta, Jurnas.com - Sekjen Partai Golkar Sarmuji merespons hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait penolakan mayoritas responden terhadap usulan Pilkada melalui DPRD.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

Menurut dia, hasil survei itu tidak lepas dari kekhawatiran masyarakat pada desain pilkada saat era Orde Baru. Apalagi, saat itu keterlibatan publik sangat minim.

"Mungkin yang dibayangkan publik adalah desain pilkada model Orde Baru di mana keterlibatan publik hampir nihil," kata Sarmuji kepada wartawan, Kamis (8/1).

Baca juga :
Ketua Komisi VII: UMKM Harus Jadi Andalan Hadapi Goncangan Ekonomi Global

Ketua Fraksi Golkar DPR RI ini berkeyakinan, desain pilkada akan diubah dengan memaksimalkan keterlibatan masyarakat. Menurutnya, pilkada melalui DPRD tak serta-merta menghilangkan partisipasi publik.

"Kalaupun nanti ada perubahan desain pilkada, kita akan melibatkan semaksimal mungkin partisipasi publik dalam pilkada tidak langsung," ujarnya.

Baca juga :
Amin AK Respons Saham RI Keluar dari MSCI

Sarmuji menilai, keterlibatan rakyat tetap dapat dijamin meski pilkada dilakukan melalui DPRD. Sarmuji mengatakan publik dapat dilibatkan sejak proses penjaringan calon kepala daerah.

"Rakyat bisa terlibat dalam proses penjaringan calon. Publik bisa berinteraksi langsung dengan kandidat melalui kampanye langsung, bisa didesain melalui tatap muka langsung, platform media sosial atau media lainnya. Yang penting publik bisa mengetahui bagaimana isi pikiran kandidat," ucapnya.

"Demikian juga debat kandidat bisa tetap dilakukan. Dengan demikian publik akan menilai kualitas calon. Jika DPRD memilih calon yang tidak berkualitas dia akan dihukum rakyat di pemilu selanjutnya," timpal Sarmuji.

LSI Denny JA sebelumnya merilis hasil survei terkait usulan pilkada melalui DPRD. Dalam survei ini disebutkan mayoritas responden tidak setuju dengan pilkada melalui DPRD, yang paling keras menolak adalah Gen Z.

Responden diberi pertanyaan `Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD`. Hasilnya 66,1 persen menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali.

Rinciannya, kurang setuju/tidak setuju sama sekali memperoleh 66,1 persen responden. Lalu, sangat setuju/cukup setuju sebesar 28,6 persen, dan tidak tahu/tidak 5,3 persen.

"Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak pilkada DPRD," kata Ardian Sopa saat merilis hasil survei di Jakarta.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Ketua Fraksi Golkar M Sarmuji Pilkada melalui DPRD LSI Denny JA hasil survei

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777