https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengapa Gempa Bumi Bisa Terjadi? Ini Alasan Ilmiahnya

Vaza Diva | Senin, 05/01/2026 10:10 WIB



Gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak dapat dicegah. Namun dengan pengetahuan, kewaspadaan, dan kesiapan yang baik Ilustrasi - gempa bumi dan tsunami di Aceh yang terjadi pada tahun 2004 (Foto: RRI)

Jakarta, Jurnas.com - Getaran yang tiba-tiba, bangunan bergoyang, dan rasa panik, gempa bumi selalu meninggalkan pertanyaan: mengapa peristiwa ini bisa terjadi?

Di berbagai wilayah dunia, gempa merupakan fenomena alam yang tak bisa diprediksi secara pasti. Namun, sains memberi penjelasan logis tentang proses di baliknya.

Memahami penyebab gempa bukan untuk menakut-nakuti, melainkan membantu masyarakat lebih siap menghadapi bencana.

Baca juga :
4 Orang Tewas dalam Bencana Banjir dan Longsor di Negara Bagian Brasil

Gempa bumi terjadi ketika ada pelepasan energi besar dari dalam kerak bumi. Energi ini muncul karena pergerakan lempeng tektonik — potongan besar kulit bumi yang terus bergerak sangat pelan, namun saling bertabrakan, saling menjauh, atau saling bergesek.

Saat dua lempeng saling terkunci, tekanan akan menumpuk. Ketika tekanan itu tidak lagi mampu ditahan, batuan di bawah tanah pecah dan energi dilepaskan dalam bentuk gelombang. Gelombang inilah yang kita rasakan sebagai getaran.

Baca juga :
BMKG: 20 Gempa Terjadi di Indonesia pada Selasa Dini Hari

Jenis gempa pun berbeda-beda, ada gempa tektonik (akibat pergerakan lempeng), gempa vulkanik (akibat aktivitas gunung api), dan gempa runtuhan (biasanya terjadi di dalam gua atau bekas tambang). Dari ketiganya, gempa tektonik adalah yang paling sering terjadi dan dapat menimbulkan kerusakan besar.

Kekuatan gempa diukur menggunakan magnitudo, sementara dampaknya pada permukaan bumi dinilai dari tingkat intensitas. Magnitudo besar tidak selalu menimbulkan kerusakan parah jika pusat gempa berada sangat dalam atau jauh dari permukiman.

Baca juga :
Amalan Sunnah Saat Gerhana Bulan, Yuk Amalkan

Sebaliknya, gempa kecil bisa terasa kuat jika berada dekat permukaan dan dekat pemukiman padat. Gempa bumi juga dapat memicu bencana lain, seperti tanah longsor dan tsunami, terutama jika pusat gempa berada di bawah laut.

Karena itu, kawasan pesisir membutuhkan sistem peringatan dini dan jalur evakuasi yang jelas. Meski teknologi sudah semakin canggih, ilmuwan belum mampu memprediksi kapan dan di mana gempa akan terjadi secara tepat. Yang bisa dilakukan adalah menghitung potensi, memperkuat bangunan, menyiapkan jalur evakuasi, serta melatih masyarakat agar tanggap.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

gempa bumi fenomena alam bencana alam

Terpopuler

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Kamis, 09/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Swiss

Rabu, 08/07/2026 13:30 WIB
Olahraga

MU Incar Tchouameni, Madrid Pasang Harga Rp2,1 Triliun

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777