https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Venezuela Sebut Serangan AS Dinilai Ganggu Stabilitas Amerika Latin

Vaza Diva | Minggu, 04/01/2026 12:30 WIB



Venezuela menuding AS memicu ketegangan kawasan menyusul klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pasukannya melakukan penangkapan ke Presiden Nicolas Maduro Arsip - Presiden Venezuela Nicolas Maduro, mengibarkan bendera nasional Venezuela di Caracas, Venezuela, 25 Juli 2024 (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Venezuela menuding Amerika Serikat memicu ketegangan kawasan menyusul klaim Presiden AS Donald Trump bahwa pasukannya melancarkan operasi besar dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Tuduhan tersebut memantik gelombang kecaman serta permintaan klarifikasi dari berbagai pihak, menurut keterangan para pejabat.

Menteri Luar Negeri Venezuela, Ivan Gil, dalam wawancara dengan kantor berita Rusia RIA Novosti, menilai langkah Washington telah merusak stabilitas regional.

Baca juga :
Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik

Ia mengatakan perdamaian Amerika Latin terganggu dan menyebut klaim serangan itu sebagai ancaman serius bagi keamanan kawasan.

Trump pada Sabtu (4/1) menyatakan AS telah menyerang Venezuela dan menyebut Maduro beserta istrinya, Cilia Flores, ditangkap lalu dibawa ke luar negeri.

Baca juga :
Usai Kunjungan Trump, China bakal Beli Pesawat dari Amerika Serikat

Sejumlah media kemudian memberitakan adanya ledakan di Caracas dan mengaitkannya dengan operasi unit elite Delta Force, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Pentagon maupun sumber independen.

Pemerintah Venezuela menyebut tidak mengetahui keberadaan Maduro dan menuntut bukti bahwa presiden masih hidup, menambah ketidakpastian atas klaim Washington dan laporan media.

Baca juga :
Trump Sebut AS dan China Sama-sama Tak Ingin Iran Punya Senjata Nuklir

Trump selanjutnya mengunggah foto yang disebut memperlihatkan Maduro di atas kapal AS, namun keaslian dan konteks gambar itu belum terverifikasi.

Sejumlah anggota Kongres AS dari kedua partai menilai operasi tersebut ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional, sementara pihak Trump menyatakan Maduro akan dihadapkan ke pengadilan.

Caracas merespons dengan menyebut klaim penangkapan itu sebagai tindakan agresif dan pelanggaran kedaulatan, serta mendesak komunitas internasional menekan AS agar memberikan penjelasan dan menahan eskalasi.

Kementerian Luar Negeri Venezuela berencana membawa persoalan ini ke organisasi internasional dan meminta digelarnya sidang darurat Dewan Keamanan PBB.

Rusia menyatakan solidaritas terhadap rakyat Venezuela dan mengaku khawatir atas laporan bahwa Maduro dan istrinya dipindahkan secara paksa. Moskow turut menyerukan pembebasan Maduro dan Cilia Flores serta menekankan pentingnya penyelesaian damai sesuai Piagam PBB.

Para analis memperingatkan, silang klaim dan kurangnya verifikasi berpotensi memperuncing ketegangan, sementara sejumlah negara di Amerika Latin memilih bersikap waspada sembari memantau perkembangan.

Sumber: Sputnik OANA Via Antara

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pemerintah Venezuela Amerika Serikat Donald Trump Nicolas Maduro

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777