https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Survei Kemenag: Gen Z Lebih Toleran Beragama Dibanding Milenial dan Boomers

Agus Mughni | Jum'at, 02/01/2026 15:31 WIB



Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 menunjukkan dinamika positif kehidupan beragama, terutama di kalangan generasi muda Ilustrasi Gen Z (Foto: Pexels/Polina Tankilevitch)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam bekerja sama dengan Alvara Strategic Research merilis hasil Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 yang menunjukkan dinamika positif kehidupan beragama, terutama di kalangan generasi muda.

Survei tersebut mencatat tingkat toleransi beragama Generasi Z (Gen Z) di atas generasi Milenial dan Baby Boomers. Gen Z juga masuk kelompok tertinggi dalam kemampuan membaca Al-Quran dibandingkan generasi lainnya. Temuan ini dinilai menjadi sinyal optimis bagi masa depan kehidupan beragama di Indonesia.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyebut hasil survei ini sebagai capaian yang menggembirakan dan patut dijadikan rujukan kebijakan.

Baca juga :
KPK Panggil Muhadjir Effendy Terkait Korupsi Kuota Haji

“Hasilnya cukup menggembirakan dan memberikan optimisme. Laporan ini idealnya menjadi acuan bagi para pengambil kebijakan untuk merumuskan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kehidupan beragama di tanah air,” ujar Arsad dalam keterangan resmi.

Menurutnya, survei ini sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia dan kerukunan sosial.

Baca juga :
Perkuat Dakwah, Kemenag Kirim Ribuan Dai ke Wilayah 3T

"Fokus utamanya adalah membangun sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperkokoh kerukunan dan cinta kemanusiaan sebagai fondasi stabilitas nasional,” katanya.

Ia menekankan pentingnya menjaga capaian positif generasi muda, terutama dalam aspek toleransi dan literasi keagamaan. “Penguatan aspek yang sudah baik, seperti toleransi dan literasi kitab suci pada generasi muda, harus terus dikawal agar menjadi karakter permanen bangsa,” tegas Arsad.

Baca juga :
Kemenag Cabut Izin Ponpes Terlibat Kekerasan Seksual

Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi, mengatakan, Gen Z memiliki peran strategis sebagai motor penggerak menuju Indonesia Emas 2045. Survei ini, menurutnya, mencatat sejumlah indikator positif yang memperkuat optimisme tersebut.

Pertama, literasi Al-Quran, terutama kemampuan membaca Al-Quran di kalangan Gen Z menunjukkan hasil positif, bahkan indeksnya tertinggi jika dibandingkan generasi lainnya. Indeks kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil pada Gen Z tercatat sebesar 56,29, lebih tinggi dibandingkan Milenial (54,06), Generasi X (53,97), dan Baby Boomers (50,95).

Kedua, Gen Z mencatat skor tertinggi dalam salah satu indikator toleransi beragama. Pada indikator sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan aliran atau organisasi keagamaan lain, Gen Z meraih indeks 80,03, melampaui Milenial (78,77), Generasi X (78,97), dan Baby Boomers (78,81).

Secara keseluruhan, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada pada angka 79,65, hanya terpaut tipis dari Generasi X yang mencatat 79,67, dan lebih tinggi dibandingkan Milenial (79,07) dan Baby Boomers (78, 63). Indikator toleransi mencakup penerimaan terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, sikap tidak mencela, tidak melakukan persekusi, serta tidak menyebarkan ujaran kebencian.

"Data ini menunjukkan Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang luar biasa dalam menghargai perbedaan. Mereka adalah generasi yang paling menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain,” ujar Lilik.

Ketiga, survei juga mencatat potensi positif kehidupan beragama di wilayah perkotaan yang didominasi populasi muda. Meski indeks dimensi ibadah masyarakat urban (78,38) sedikit lebih rendah dibandingkan perdesaan (79,37), pemahaman keagamaan yang kuat dinilai menjadi modal penting bagi pengembangan spiritual ke depan.

“Gen Z dan Milenial adalah pilar masa depan. Walaupun terdapat tantangan dalam pengamalan ibadah harian, modal intelektual melalui pemahaman Al-Qur’an dan sikap toleransi yang matang merupakan aset besar bagi kohesi sosial,” kata Lilik.

Survei ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cakupan nasional, melibatkan 1.208 responden Muslim di 34 provinsi. Metode yang digunakan adalah multistage random sampling melalui wawancara tatap muka langsung. Margin of error tercatat 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk kategori tinggi. Dimensi Akhlak menjadi aspek dengan skor tertinggi, yakni 81,88.

Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perumusan program pembinaan keagamaan yang lebih relevan dengan karakter Gen Z dan Milenial, sehingga penguatan toleransi dan literasi keagamaan dapat berjalan seiring dengan peningkatan pengamalan ibadah secara berkelanjutan. (*)

 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kementerian Agama Survei Kemenag Toleransi Beragama Gen Z Milenial dan Boomers

Terkini | Rabu, 17/06/2026 07:55 WIB

Terpopuler

Minggu, 14/06/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belanda vs Jepang

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Minggu, 14/06/2026 12:10 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Jerman vs Timnas Curacao

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777