https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Asal Usul dan Sejarah Tradisi Tahlilan di Indonesia

Vaza Diva | Kamis, 25/12/2025 15:05 WIB



Di banyak daerah di Indonesia, tahlilan dikenal sebagai rangkaian doa, bacaan tahlil, dan ayat-ayat Al-Qur`an yang dihadiahkan untuk orang yang telah wafat. Ilustrasi - ini tradisi tahlil di Nusantara (Foto: Baznas)

Jakarta, Jurnas.com - Di banyak daerah di Indonesia, tahlilan dikenal sebagai rangkaian doa, bacaan tahlil, dan ayat-ayat Al-Qur`an yang dihadiahkan untuk orang yang telah wafat.

Di balik praktiknya, ada satu hal yang disepakati: mendoakan orang yang meninggal merupakan amalan yang dianjurkan dalam Islam. Doa menjadi bentuk kepedulian sekaligus harapan agar Allah memberikan ampunan serta keteguhan bagi ahli kubur.

Nabi Muhammad SAW pernah mengingatkan pentingnya mendoakan orang yang baru dimakamkan. Dalam sebuah hadis disebutkan:

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

اِسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ وَسَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

“Mintakanlah ampun untuk saudara kalian dan mohonkanlah keteguhan baginya, karena saat ini ia sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud)

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Pesan ini menegaskan bahwa doa bagi mayit memiliki dasar kuat. Namun, terkait penentuan hari-hari tertentu seperti tiga, tujuh, hingga empat puluh hari setelah kematian, sumber-sumber hadis tidak menunjukkan contoh praktik khusus dari Nabi SAW maupun para sahabat.

Dalam kacamata sejarah, penentuan hari-hari tersebut memiliki akar budaya yang panjang. Pada masa pra-Islam, masyarakat Nusantara yang dipengaruhi tradisi Hindu-Buddha dan kepercayaan lokal menggunakan angka 3, 7, dan 40 sebagai penanda fase duka dan peralihan.

Baca juga :
Ini Surat di Al-Qur`an yang Dianjurkan Dibaca pada Hari Jumat

Ketika Islam datang, unsur tradisi itu berjumpa dengan ajaran doa, lalu terjadi proses akulturasi. Dari sinilah lahir kebiasaan tahlilan sebagaimana dikenal hingga kini.

Karena itu, tahlilan sering dipahami bukan sebagai ritual ibadah yang ditetapkan syariat secara baku, melainkan sebagai tradisi sosial yang diisi dengan amalan-amalan doa.

Al-Qur`an menganjurkan umat Islam mendoakan sesama mukmin, baik yang masih hidup maupun yang telah mendahului tanpa menyebutkan waktu tertentu. Doa tersebut tergambar dalam firman Allah:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ

“Wahai Tuhan kami, ampunilah kami dan juga saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu.” (QS. Al-Hasyr: 10)

Ayat ini bersifat umum: doa dapat dipanjatkan kapan saja, tanpa pembatasan hari atau hitungan tertentu.

Tidak heran bila para ulama memiliki perbedaan pendapat mengenai tahlilan. Ada yang memandangnya boleh, selama dianggap sebagai tradisi dan sarana berkumpul untuk berdoa — bukan kewajiban agama, tidak diyakini memiliki keutamaan khusus yang ditentukan syariat, dan tidak menimbulkan beban bagi keluarga.

Sebaliknya, sebagian ulama memilih tidak melakukannya karena tidak mendapati contoh yang eksplisit dari Nabi SAW. Mereka menekankan agar doa dilakukan secara pribadi atau bersama keluarga tanpa mengikatkan diri pada penetapan hari tertentu.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Tradisi Nusantara doa tahil orang meninggal dunia Rasulullah SAW

Terkini | Rabu, 05/08/2026 05:56 WIB

Humanika

5 Agustus 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Kalah dari Persib, Taktik Shin Tae-yong di Persija Mulai Dipertanyakan

Gaya Hidup

Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi Global, Peneliti Temukan Risiko Besar

News

Menkomdigi Minta Waspadai Hoaks Demo, Banyak Video Lama Kembali Viral

News

Menteri ATR Targetkan Pelayanan Balik Nama Hak Tanah Paling Lama 10 Hari

News

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Kasus Silmy Karim

Gaya Hidup

Bagaimana Cara Membuat Alat Sederhana untuk Melihat Gerhana Matahari

News

Legislator: Negara Jangan Hanya Menyita, Aset Rampasan Harus Tetap Bernilai

News

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Suap Auditor BPK Muara Enim

News

Kemenkes Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Promosi Vape

News

Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan

News

Basarnas Alihkan Operasi SAR KMP Muatiara Sentosa 2 jadi Operasi Rutin

News

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

Humanika

Apa Mahar Terbaik dalam Pandangan Islam?

Info Bank BNI

Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

News

Ketua Komisi III: Tidak Benar Ada Surat Presiden Soal Pengganti Kapolri

Humanika

7 Perkara yang Membatalkan Salat Menurut Fikih

Humanika

6 Hal Mubah dalam Salat yang Boleh Dilakukan Tanpa Membatalkan Ibadah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777