https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Kisah Tragis Kaum Sodom, Ketika Nasihat Nabi Luth Ditolak

Vaza Diva | Rabu, 24/12/2025 21:05 WIB



Tanah terangkat, langit menumpahkan hujan batu. Kota Sodom dengan segala kesombongannya lenyap dalam sekejap Ilustrasi - Nabi Luth AS saat melakukan dakwah kepada kaum sodom (Foto: AI)

Jakarta, Jurnas.com - Malam itu sunyi, namun kegelisahan berdenyut di dada Nabi Luth. Ia berdiri di ambang rumahnya, memandangi langit yang terasa berat.

Kota Sodom yang dahulu ramai kini tenggelam dalam kebiasaan menyimpang dan kesombongan yang kian mengeras. Luth tahu, nasihatnya berulang kali ditolak. Namun ia tak berhenti berharap.

“Wahai kaumku,” ucap Luth suatu hari di pasar, suaranya tegas namun lembut, “tinggalkan perbuatan keji itu. Kembalilah kepada jalan yang lurus.”
Seorang lelaki tertawa mengejek. “Engkau hanya ingin terlihat suci, Luth. Urusi dirimu sendiri.”
Orang-orang lain menyambutnya dengan cemooh. Kata-kata kebenaran memantul, jatuh, dan diinjak.

Baca juga :
Kisah Kaum Nabi Luth yang Dibinasakan, Terekam dalam Al-Quran

Suatu senja, tiga tamu datang ke rumah Luth. Wajah mereka tenang, sorot mata menyimpan wibawa. Luth menyambut dengan resah.
“Silakan masuk,” katanya, menahan kegundahan.
“Jangan khawatir,” jawab salah satu tamu, suaranya bening. “Kami di sini atas perintah Tuhanmu.”

Kabar kedatangan tamu itu menyebar cepat. Malam belum larut ketika suara gaduh merambat dari ujung jalan. Sekelompok orang berkerumun di depan rumah.
“Serahkan tamu-tamumu,” teriak mereka.
Luth maju selangkah. “Bertakwalah kepada Allah. Jangan hinakan diriku di hadapan tamu.”
“Diam!” balas mereka. “Kami tak peduli nasihatmu.”

Baca juga :
Kisah Uwais Al-Qarni, Gendong Ibu dari Yaman ke Mekkah Demi Haji

Luth berbalik pada tamu-tamunya, suaranya bergetar. “Andai aku memiliki kekuatan untuk menahan kalian…”
Salah satu tamu menatapnya dengan kasih. “Wahai Luth, kami adalah utusan Tuhanmu. Mereka takkan menyentuhmu.”

Sekejap, tirai realitas tersingkap. Para tamu itu mengungkap jati diri mereka sebagai malaikat. Pandangan orang-orang yang menyerbu menjadi kabur. Kekacauan menggema. Luth merasakan campur aduk antara lega dan sedih lega karena perlindungan tiba, sedih karena kaumnya memilih kebutaan.

Baca juga :
Kisah Pasukan Gajah Ditaklukkan Burung Ababil, Ambisi Berujung Kehancuran

“Pergilah di malam ini bersama keluargamu,” ujar malaikat. “Jangan menoleh ke belakang.”
Luth mengangguk. Ia mengumpulkan keluarganya. Langkah-langkah mereka ringan namun sarat beban.
“Apakah mereka akan berubah?” tanya seorang anggota keluarga lirih.
Luth menunduk. “Hidayah telah disampaikan. Selebihnya keputusan mereka.”

Fajar belum menyingsing ketika bumi bergetar. Suara menggelegar membelah sunyi. Tanah terangkat, langit menumpahkan hujan batu. Kota Sodom dengan segala kesombongannya lenyap dalam sekejap. Luth menahan napas, menatap lurus ke depan, mematuhi perintah untuk tidak menoleh.

Ketika pagi datang, yang tersisa hanyalah pelajaran. Kebenaran pernah mengetuk, namun ditolak. Peringatan pernah disampaikan, namun diolok. Dan azab datang sebagai penutup dari rangkaian pilihan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kisah Nabi Luth Kaum Sodom Kisah Islam

Terkini | Rabu, 05/08/2026 05:56 WIB

Humanika

5 Agustus 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Kalah dari Persib, Taktik Shin Tae-yong di Persija Mulai Dipertanyakan

Gaya Hidup

Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi Global, Peneliti Temukan Risiko Besar

News

Menkomdigi Minta Waspadai Hoaks Demo, Banyak Video Lama Kembali Viral

News

Menteri ATR Targetkan Pelayanan Balik Nama Hak Tanah Paling Lama 10 Hari

News

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Kasus Silmy Karim

Gaya Hidup

Bagaimana Cara Membuat Alat Sederhana untuk Melihat Gerhana Matahari

News

Legislator: Negara Jangan Hanya Menyita, Aset Rampasan Harus Tetap Bernilai

News

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Suap Auditor BPK Muara Enim

News

Kemenkes Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Promosi Vape

News

Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan

News

Basarnas Alihkan Operasi SAR KMP Muatiara Sentosa 2 jadi Operasi Rutin

News

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

Humanika

Apa Mahar Terbaik dalam Pandangan Islam?

Info Bank BNI

Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

News

Ketua Komisi III: Tidak Benar Ada Surat Presiden Soal Pengganti Kapolri

Humanika

7 Perkara yang Membatalkan Salat Menurut Fikih

Humanika

6 Hal Mubah dalam Salat yang Boleh Dilakukan Tanpa Membatalkan Ibadah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777