https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Produksi Nikel Dipangkas, Pemerintah Ingin Harga Naik

Vaza Diva | Sabtu, 20/12/2025 05:05 WIB



Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan menurunkan target produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. Metro TV)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah akan menurunkan target produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

Langkah ini ditempuh sebagai upaya mendorong perbaikan harga nikel di pasar global melalui pengendalian pasokan.

“Semuanya kami pangkas. Bukan hanya nikel, batu bara pun kami pangkas,” ujar Bahlil usai Konferensi Pers Kesiapan Sektor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Menghadapi Periode Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Jakarta, Jumat.

Baca juga :
BUMN Khusus Ekspor SDA Dibentuk, Migas Tak Termasuk, Ini Penjelasan Bahlil

Menurut Bahlil, kebijakan pemangkasan produksi nikel dan batu bara dilakukan untuk menyeimbangkan suplai dan permintaan sehingga harga komoditas bisa terdongkrak.

Ia mencontohkan kondisi pasar batu bara global yang saat ini mengalami tekanan akibat pasokan berlebih.

Baca juga :
Bahlil Lantik 19 Pejabat ESDM, Ini Daftar Lengkap dan Posisi Barunya

“Hari ini, lanjut Bahlil, harga batu bara mengalami penurunan, sebab jumlah batu bara yang diperjualbelikan kurang lebih sekitar 1,3 miliar ton.

“Indonesia sendiri menyuplai sekitar 500–600 juta ton, hampir 50 persen,” ucapnya.

Baca juga :
Harga Lebih Murah, Bahlil: CNG Berpotensi Gantikan LPG

Besarnya kontribusi pasokan dari Indonesia tersebut, kata dia, turut menekan harga batu bara internasional. Data harga acuan menunjukkan tren penurunan sejak awal November.

Pada periode I November, harga batu bara turun dari 109,74 dolar AS per ton pada periode II Oktober menjadi 103,75 dolar AS per ton. Tren ini berlanjut pada periode II November dengan penurunan ke level 102,03 dolar AS per ton.

Memasuki periode I Desember, harga kembali melemah menjadi 98,26 dolar AS per ton, lebih rendah dibandingkan 102,03 dolar AS per ton pada periode II November, bahkan jauh di bawah harga November 2024 yang masih berada di level 114,43 dolar AS per ton.

Bahlil menegaskan pemerintah juga akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan tambang yang tidak mematuhi ketentuan.

“Ini kami mengontrol bagi perusahaan-perusahaan yang tidak menaati aturan, ya mohon maaf. RKAB-nya juga mungkin akan dilakukan peninjauan,” ujarnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia produksi nikel Rencana Kerja dan Anggaran Bi

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777