https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Awas! Kelompok Orang Ini Sebaiknya Tidak Makan Rambutan

Vaza Diva | Rabu, 19/11/2025 07:07 WIB



Meskipun rambutan kaya vitamin C, antioksidan, dan serat, konsumsi yang tidak tepat justru bisa menimbulkan masalah kesehatan. Ilustrasi - Buah rambutan (Foto: Pexels/Roman Odintsop)

Jakarta, Jurnas.com - Musim rambutan kembali tiba, dan buah tropis ini selalu menjadi favorit masyarakat karena rasanya yang manis segar.

Namun para ahli gizi mengingatkan bahwa tidak semua orang aman mengonsumsi rambutan, terutama bagi kelompok tertentu yang memiliki kondisi kesehatan khusus.

Meskipun rambutan kaya vitamin C, antioksidan, dan serat, konsumsi yang tidak tepat justru bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Baca juga :
Benarkah Kubis Membantu Turunkan Berat Badan?

1. Penderita Diabetes

Buah rambutan memiliki kadar gula alami yang cukup tinggi, terutama ketika sudah terlalu matang. Ketika difermentasi, gula pada rambutan dapat meningkat drastis dan memicu lonjakan glukosa darah.

Baca juga :
Beragam Jenis Kubis dan Manfaatnya Bagi Tubuh

Dokter endokrinologi menegaskan bahwa penderita diabetes harus membatasi konsumsi rambutan, terutama rambutan yang terasa sangat manis atau terlalu matang. Jika ingin mengonsumsi, jumlahnya harus dikontrol dan disesuaikan dengan kondisi gula darah harian.

2. Orang dengan Penyakit Maag atau GERD

Baca juga :
Apakah Buah Melon Aman Dikonsumsi Setiap Hari?

Rambutan memiliki tingkat keasaman tertentu yang dapat memicu peningkatan asam lambung pada sebagian orang. Mereka yang memiliki riwayat maag kronis, GERD, atau gastritis kerap mengalami keluhan seperti nyeri ulu hati, mual, hingga perut kembung setelah mengonsumsi rambutan.

Dokter menyarankan penderita maag mengonsumsi rambutan dalam jumlah sedikit dan tidak dalam keadaan perut kosong.

3. Penderita Gangguan Pencernaan

Kandungan serat rambutan cukup tinggi. Pada beberapa orang yang memiliki gangguan pencernaan seperti IBS (Irritable Bowel Syndrome), konsumsi serat tinggi secara tiba-tiba bisa menyebabkan diare, perut kembung, atau kram.

Selain itu, bagian biji rambutan mengandung senyawa tertentu yang bisa bersifat toksik jika tertelan mentah.

4. Bayi dan Balita

Bayi serta anak di bawah 3 tahun sebaiknya tidak mengonsumsi rambutan tanpa pengawasan ketat. Selain risiko tersedak karena teksturnya yang licin, kadar gula alami rambutan cukup tinggi sehingga tidak ideal untuk sistem pencernaan anak yang masih berkembang.

Para ahli merekomendasikan pemberian buah dengan tekstur lembut dan kadar gula moderat untuk usia dini.

5. Orang dengan Alergi Buah Tropis

Sebagian orang memiliki alergi terhadap buah tropis seperti rambutan, manggis, atau durian. Reaksi yang muncul bisa berupa gatal pada mulut, ruam kulit, bengkak, hingga sesak napas.

Jika seseorang pernah memiliki riwayat alergi, konsumsi rambutan harus dihindari atau diawasi ketat.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Makan rambutan Buah Rambutan Vitamin C Musim rambutan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777