https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

6 Penyakit yang Sering Terjadi Usai Kehujanan

Vaza Diva | Jum'at, 31/10/2025 12:01 WIB



Musim hujan kerap membawa perubahan yang berdampak pada kesehatan tubuh Ilustrasi - musim hujan (Foto: REUTERS)

Jakarta, Jurnas.com - Musim hujan kerap membawa perubahan yang berdampak pada kesehatan tubuh. Tak sedikit orang yang mengalami pilek, flu, bahkan demam setelah terkena hujan.

Fenomena ini bukan hanya kepercayaan turun-temurun, melainkan memiliki dasar ilmiah. Paparan udara dingin dan tingkat kelembapan yang tinggi dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat seseorang lebih mudah terserang penyakit.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai penyakit yang sering muncul setelah kehujanan serta memahami cara pencegahannya agar tubuh tetap sehat meski cuaca tak bersahabat.

Baca juga :
Kapan Waktu Terbaik Olahraga saat Puasa?

Penyakit yang Umum Terjadi Akibat Kehujanan

1. Flu dan Pilek

Baca juga :
Tips Menjaga Pola Tidur Sehat Selama Ramadan

Flu dan pilek adalah keluhan paling sering terjadi saat kehujanan. Saat tubuh terkena hujan dan suhu menurun, sistem imun melemah. Virus yang menyerang saluran pernapasan atas lebih mudah berkembang dan menginfeksi tubuh.

2. Demam

Baca juga :
Ini Tips agar Tidak Cepat Haus saat Berpuasa

Setelah kehujanan, tubuh bisa mengalami perubahan suhu ekstrem sehingga memicu demam. Ini merupakan respon alami tubuh saat sistem imun melawan infeksi yang mulai muncul.

3. Batuk dan Radang Tenggorokan

Kondisi dingin dan lembap dapat memperburuk iritasi tenggorokan dan memicu batuk. Virus atau bakteri lebih mudah menyerang ketika daya tahan tubuh turun.

4. Sinusitis

Jika sudah memiliki riwayat sinusitis, kehujanan dapat memicu kambuhnya gejala. Saluran hidung yang terpapar suhu dingin akan lebih mudah meradang dan tersumbat.

5. Infeksi Saluran Pernapasan (ISPA)

Kondisi tubuh yang melemah setelah kehujanan meningkatkan risiko infeksi saluran napas. ISPA ditandai batuk, sesak napas, tenggorokan nyeri, hingga demam.

6. Diare dan Gangguan Pencernaan

Saat kehujanan dan kedinginan, sistem pencernaan juga bisa terganggu. Air hujan yang kotor atau tangan yang tidak bersih saat makan bisa meningkatkan risiko diare dan infeksi pencernaan.

Cara Mencegah Sakit Setelah Kehujanan

- Segera Mandi dan Ganti Pakaian

Mandi dengan air hangat setelah kehujanan membantu menstabilkan suhu tubuh dan membersihkan sisa polutan atau mikroorganisme yang menempel.

- Keringkan Rambut dan Tubuh

Rambut dan pakaian basah menyebabkan tubuh kehilangan panas lebih cepat. Pastikan mengeringkannya dengan handuk atau hair dryer.

- Minum Air Hangat atau Teh Jahe

Minuman hangat membantu meningkatkan suhu tubuh dan melancarkan peredaran darah. Jahe juga punya efek antiinflamasi alami.

- Konsumsi Vitamin C

Vitamin C membantu meningkatkan sistem imun. Bisa didapat dari buah segar seperti jeruk, kiwi, atau suplemen.

- Gunakan Jaket dan Jas Hujan

Saat bepergian di musim hujan, selalu siapkan jas hujan atau payung di tas. Pilih jaket tahan air untuk melindungi tubuh dari angin dingin.

- Jaga Pola Makan dan Istirahat

Tidur cukup dan makan bergizi membantu tubuh pulih lebih cepat dan mencegah penyakit masuk.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Musim hujan Tips kesehatan Flu dan Batuk Musim sakit

Terkini | Minggu, 03/05/2026 07:36 WIB

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777