https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mahasiswi Unair Ciptakan Alat Pendeteksi Gas Polutan Berbahaya

Mutiul Alim | Jum'at, 24/10/2025 15:32 WIB



Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), Eka Rachma Aprilidanti sukses menciptakan alat pendeteksi gas polutan berbahaya. Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), Eka Rachma Aprilidanti menciptakan alat pendeteksi gas polutan berbahaya (Foto: Ist/Unair)

Jakarta, Jurnas.com - Mahasiswi Universitas Airlangga (Unair), Eka Rachma Aprilidanti, menghadirkan terobosan teknologi ramah lingkungan bernama AIRMON (Air Monitoring System). AIRMON merupakan alat pendeteksi gas polutan berbahaya berbasis Internet of Things (IoT).

Berangkat dari keresahan terhadap tingginya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Timur yang mencapai 130.683 kasus pada tahun 2023, Eka mengembangkan AIRMON sebagai solusi pemantauan udara di kawasan permukiman sekitar industri.

"Teknologi ini saya rancang bukan hanya untuk mendeteksi. Tapi juga sebagai langkah mitigasi awal agar masyarakat lebih waspada terhadap bahaya polusi udara," kata mahasiswi Program Studi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol ini, dilansir dari laman Unair pada Jumat (24/10).

Baca juga :
Kurangi Impor, Peneliti Unair Dorong Hilirisasi Pengisi Tulang BCP

AIRMON yang dirancang Eka mampu mendeteksi enam parameter gas toksik, termasuk karbon monoksida (CO), amonia (NH₃), nitrogen dioksida (NO₂), metana (CH₄), etanol (C₂H₅OH), dan hidrogen (H₂) secara real-time.

"Melalui platform digital yang terintegrasi dengan sistem early warning alarm, AIRMON ini nantinya akan mengirimkan peringatan dini ketika kadar gas berbahaya melebihi batas aman," ujar Eka.

Baca juga :
AI Masuk Dunia Medis, Pakar Unair Soroti Masalah Privasi Data

Dengan lebih dari 30 penghargaan nasional dan internasional, serta tiga hak cipta dan satu paten dalam proses, Eka optimistis AIRMON bisa menjadi sistem pemantauan udara yang terintegrasi secara nasional.

Dia pun berharap dukungan dari berbagai pemangku kebijakan. Mulai dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hingga Kementerian Hukum dan HAM.

Baca juga :
Mahasiswi Unair Sulap Ikan Red Devil Jadi Bahan Biodiesel

Dia juga berharap AIRMON dapat terimplementasi di kawasan Gerbangkertosusila. Yakni Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan. Daerah-daerah tersebut memiliki tingkat polusi tinggi dan belum sepenuhnya terpantau oleh stasiun ISPU.

"Dukungan itu penting. Terutama dalam hal legalitas, uji standar nasional (SNI), dan perluasan implementasinya di lapangan agar alat ini benar-benar bisa termanfaatkan secara luas oleh masyarakat," tutup Eka.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kampus Unair Universitas Airlangga Eka Rachma Aprilidanti Alat Pendeteksi Gas

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777