https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Nyeri Kaki Bisa Jadi Gejala Penyakit Jantung Tersembunyi

Vaza Diva | Sabtu, 27/09/2025 13:10 WIB



Nyeri atau kelemahan pada kaki kerap dikira hanya akibat radang sendi atau kram. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal penyakit jantung yang jarang disadari Ilustrasi - ahli kesehatan ingatkan bahaya nyeri kaki bisa berdampak pada kondisi jantung (Foto: Pexels/ Freestocks)

Jakarta, Jurnas.com - Nyeri atau kelemahan pada kaki kerap dikira hanya akibat radang sendi atau kram. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda awal penyakit jantung yang jarang disadari.

Dokter spesialis jantung intervensi dari Apollo Spectra Hospital, Chennai, Dr. Palani Kannan, mengungkapkan bahwa gejala itu dapat berkaitan dengan Peripheral Arterial Disease (PAD).

“Banyak orang mengira nyeri tersebut disebabkan oleh artritis pada pinggul, pergelangan kaki, atau telapak kaki. Akibatnya, kondisi ini sering tidak terdiagnosis. Jenis yang paling umum adalah PAD pada tungkai bawah, di mana aliran darah ke kaki berkurang,” ujar Dr. Palani, dikutip dari Hindustan Times, pada Sabtu (27/9).

Baca juga :
Studi: Satu Malam Kebisingan Lalu Lintas Bisa Picu Stres pada Jantung

Biasanya gejala penyakit jantung muncul di bagian dada, rahang, atau lengan, sehingga keterkaitannya dengan tubuh bagian bawah sering terabaikan.

PAD sendiri merupakan penyakit pembuluh darah perifer yang ditandai dengan penumpukan plak lemak, sehingga menghambat aliran darah ke otot kaki.

Baca juga :
Ini Gejala Kardiomiopati yang Sering Dianggap Kelelahan Biasa

“Kondisi itu menyebabkan nyeri pada paha atau betis (intermittent claudication) yang cenderung hilang setelah beberapa saat dalam banyak kasus, biasanya setelah beristirahat,” jelasnya.

Selain nyeri saat berjalan, gejala lain PAD meliputi kulit kaki tampak mengkilap, rambut rontok, kelemahan atau mati rasa, pertumbuhan kuku melambat, hingga perubahan warna kulit.

Baca juga :
Mengenal Kardiomiopati, Penyakit Jantung yang Jarang Diketahui

Faktor risiko utamanya antara lain hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, obesitas, usia di atas 50 tahun, riwayat keluarga, kebiasaan merokok, serta gaya hidup tidak sehat.

Dr. Palani juga memberikan langkah pencegahan, di antaranya berhenti merokok, menjaga tekanan darah, kolesterol, dan gula darah dalam batas normal, mengontrol berat badan, mengurangi konsumsi lemak jenuh, serta menerapkan pola makan sehat dengan bahan seperti alpukat, buncis, kangkung, biji chia, jagung, almond, dan lentil. Tak kalah penting, stres harus dikelola dengan baik dan tidur cukup setiap hari.

“Kesadaran yang lebih besar dan tindakan tepat waktu dapat menyelamatkan tidak hanya anggota badan, tetapi juga nyawa,” tutup Dr. Palani.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Nyeri kaki kram penyakit jantung gejala

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777