Ilustrasiginjal ( Foto : CNN )
Jakarta, Jurnas.com - Ginjal berperan vital dalam menyaring limbah dan kelebihan cairan dari tubuh. Namun, tanpa disadari, banyak orang melakukan kebiasaan sepele yang perlahan bisa merusak fungsi ginjal.
Ironisnya, kerusakan ginjal kerap tak menunjukkan gejala pada tahap awal, hingga akhirnya terlambat ditangani. Berikut adalah 7 kebiasaan kecil yang sering dianggap remeh, padahal berpotensi merusak ginjal:
Minum air cukup membantu ginjal menyaring racun dengan optimal. Kekurangan cairan membuat konsentrasi urin menjadi pekat, meningkatkan risiko batu ginjal dan kerusakan jangka panjang.
Menunda buang air kecil menambah tekanan pada kandung kemih dan ginjal. Kebiasaan ini bisa menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK) yang berulang dan akhirnya memicu gangguan ginjal.
Obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen dan naproxen memang ampuh meredakan nyeri, namun pemakaian jangka panjang bisa mempersempit pembuluh darah ginjal dan mengurangi aliran darah.
Garam berlebih meningkatkan tekanan darah, yang merupakan musuh utama ginjal. Diet tinggi natrium memperberat kerja ginjal dan mempercepat penurunan fungsi ginjal.
Tidur kurang dari 6 jam per malam mengganggu regulasi hormon penting untuk kesehatan ginjal. Studi menunjukkan bahwa tidur cukup membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengurangi risiko gagal ginjal.
Minuman tinggi gula berkontribusi pada obesitas dan diabetes tipe 2, dua faktor utama penyebab penyakit ginjal kronis. Selain itu, kandungan fosfat pada soda juga bisa merusak jaringan ginjal.
Banyak orang baru menyadari kerusakan ginjal saat sudah parah. Padahal, tes sederhana seperti cek kreatinin dan urine rutin bisa mendeteksi gangguan sejak dini dan mencegah kerusakan permanen. (*)
Sabtu, 25/04/2026 04:04 WIB
Kamis, 23/04/2026 06:30 WIB