https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

3000 Pasukan Facebook Bakal Perangi Peredaran Video Kekerasan

Redaksi | Kamis, 04/05/2017 14:43 WIB



Parlemen Inggris menuduh perusahaan-perusahaan jejaring media sosial termasuk Facebook bekerja secara memalukan dalam mencabut materi kekerasan terhadap anak dan material-material ilegal lainnya. Facebook

San Fransisco – Maraknya peredaran video-video kekerasan, dan adanya tekanan dari berbagai pihak terkait penyebaran video tersebut, mendorong media sosial Facebook Inc mencoba melakukan perbaikan. Karena piranti lunak otomatis saja tidak cukup, Facebook bakal merekrut sekitar 3.000 pegawai baru sampai tahun depan untuk mempercepat pencabutan video-video pembunuhan, bunuh diri dan kekerasan lainnya.

Ini menjadi langkah paling dramatis yang diambil FB untuk memerangi ancaman terbesar kepada citra media sosial. Rekrutmen besar-besaran yang diumumkan Kepala Eksekutif Mark Zuckerberg, Rabu (5/4) waktu AS.

Masalah penyebaran viceo kekerasan semakin menekan sejak pengenalan Facebook Live tahun lalu yang merupakan layanan yang memungkinkan 1,9 miliar pengguna Facebook bisa menggunakannya untuk menyiarkan ragam video. Beberapa kekerasan di Facebook pun menjadi tak terelakkan, namun perusahaan media sosial ini dinilai lambat meresponnya.

Baca juga :
Hingga 18 Mei 2025, Pemerintah Telah Tangani 380 Ribu Konten Pornografi

Pekan ini, Parlemen Inggris menuduh perusahaan-perusahaan jejaring media sosial termasuk Facebook bekerja secara memalukan dalam mencabut materi kekerasan terhadap anak dan material-material ilegal lainnya. Sementara di Jerman, FB ditekan untuk cepat dan akurat dalam menghapus ujaran kebencian ilegal dan memerangi apa yang disebut berita bohong. Bahkan parlemen Jerman mengenakan denda jika FB tidak menghapus 70 persen posting-posting meresahkan dalam jangka waktu 24 jam. Ant/Reuters.

Baca juga :
Pimpinan Komisi III Kecam Kasus Fantasi Sedarah: Tegakan Hukum Tanpa Kompromi
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Facebook berita palsu video kekerasan

Terkini | Minggu, 02/08/2026 20:05 WIB

Gaya Hidup

Korsel Catat Suhu Terpanas Sepanjang Sejarah, Tembus 42,5 Derajat Celsius

Gaya Hidup

Fenomena Langka 12 Agustus 2026, Ada Gerhana Matahari hingga Hujan Meteor

News

BGN: TEP 2026 Jadi Mitra Strategis Sukseskan Program MBG di Wilayah 3T

News

Kemenkop Dorong TEP 2026 Jadi Agen Perubahan Koperasi Kawasan Transmigrasi

News

Komdigi: Indonesia dan India Buka Babak Baru Kemitraan Digital

Humanika

Kumpulan Doa Memohon Jodoh Terbaik dalam Islam Lengkap dengan Artinya

News

Kemkomdigi Imbau Masyarakat Makin Cermat Periksa Konten di Ruang Digital

Gaya Hidup

Studi Ungkap Kurangi Hoaks di Medsos Tak Otomatis Ubah Keyakinan Pengguna

Gaya Hidup

Ini 6 Aktivitas Quality Time Ayah dan Anak yang Bikin Makin Dekat

Gaya Hidup

Makanan Dihinggapi Lalat, Apakah Masih Aman Dimakan?

Gaya Hidup

Begini Cara Membuat Email Profesional untuk Kerja dan Bisnis

News

Menteri LH Ajak Walhi Galakkan Tobat Ekologis Demi Keberlanjutan Ekonomi

News

69.500 Migran Tinggalkan Ceuta, Spanyol Perketat Perbatasan dengan Maroko

News

Lawan Konten Menyesatkan, Content Creator Dibekali Ilmu Jurnalistik

News

Pesawat Wisata Kecil Jatuh dan Terbakar, 13 Orang Tewas

News

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa

Gaya Hidup

Hampir 400 Tahun Setelah Karam, Kapal Batavia Masih Menyimpan Kisah Baru

Humanika

Bolehkah Mengadakan Doa Syukuran untuk Rumah Baru?

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777