https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Respon Syarief Hasan Menanggapi Gelombang Kritik Para Guru Besar Terkait Kondisi Demokrasi Saat Ini

Eko Budhiarto | Selasa, 13/02/2024 18:07 WIB



Respon Syarief Hasan Menanggapi Gelombang Kritik Para Guru Besar Terkait Kondisi Demokrasi Saat Ini Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan. (Foto: Humas MPR)

Cianjur, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR Sjarifuddin Hasan atau Syarief Hasan akhirnya buka suara terkait derasnya gelombang kritik para Guru Besar dan civitas academica berbagai kampus, yang `turun gunung` mengeluarkan pendapat dan argumen seputar situasi dan kondisi demokrasi Indonesia saat ini.

Belakangan, fenomena tersebut makin luas dan panas karena terjadi silang pendapat pro dan kontra di antara para intelektual itu, dan munculnya tuduhan politisasi di balik penyampaian aksi kritik tersebut.

Syarief Hasan menilai, munculnya aksi kritik oleh para Guru Besar tersebut adalah hal yang sangat lumrah, sebab merupakan bagian daripada implementasi demokrasi. Para Guru Besar juga adalah rakyat Indonesia yang memiliki hak menyampaikan pendapatnya.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

"Jadi, menurut saya tidak ada yang aneh dan mestinya tidak perlu diributkan. Dan pendapat mereka harus disalurkan sesuai amanah konstitusi," ujar Pimpinan MPR Dari Partai Demokrat ini, di sela kegiatan kunjungan kerjanya di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (13/2/2024).

Satu hal yang ditegaskan Syarief Hasan adalah, semua kritik dan buah pikiran para Guru Besar itu harus dihargai. Sepanjang pendapat dan kritik itu untuk kepentingan bangsa dan negara, maka harus dijadikan intropeksi buat semua.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

"Apa yang disampaikan para Guru Besar itu, menurut saya, adalah satu pemahaman untuk kita semua bahwa dalam pelaksanaan demokrasi itu, sangat diperlukan adanya check and balance yang berkualitas. Hal ini sangat perlu menjadi bahan kajian, dan harus menjadi pegangan kita semua dalam menjalankan demokrasi saat ini dan di masa datang," terangnya.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini ramai diberitakan bahwa para Guru Besar dan civitas academica dari berbagai Universitas di Indonesia, menyampaikan pandangan dan kritik terkait beberapa hal dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Salah satu kritik disampaikan civitas academica Universitas Gadjah Mada (UGM) yang disalurkan dalam bentuk petisi, yang dikenal sebagai Petisi Bulaksumur.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Syarief Hasan Guru Besar Kritik Politisasi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777